Kamis, 5 Maret 2026 – 22:15 WIB
Anak-anak dengan kanker menjalani ibadah Ramadan dengan cara yang unik. Di tengah proses pengobatan panjang, mereka tetap berusaha menjaga semangat bersama keluarga di Rumah Singgah Lilin Pelita Kasih. Saat ini, rumah singgah tersebut mendampingi lebih dari 85 anak pasien kanker dari berbagai penjuru Indonesia.
Tempat ini menjadi hunian sementara bagi pasien anak dan keluarganya yang datang dari luar daerah untuk berobat. Selain untuk istirahat, lokasi ini juga jadi ruang untuk saling menguatkan selama menghadapi masa-masa perawatan yang sulit.
Selama Ramadan, aktivitas anak-anak diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan memberi dukungan emosional. Mereka mengikuti edukasi, bermain meronce, hingga sesi bercerita yang melibatkan pendamping dan relawan.
Dukungan sosial juga datang dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan anak-anak selama pengobatan. Dalam program Safari Ramadan 1447 H, Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) menyalurkan bantuan untuk anak-anak di Rumah Singgah Lilin Pelita Kasih. Pada kesempatan itu, anak-anak dan pengurus yayasan juga mendapat pengetahuan tentang hasil olahan tambang yang digunakan dalam barang sehari-hari.
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyatakan Ramadan adalah momentum untuk memperluas kepedulian pada masyarakat yang butuh dukungan, termasuk anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit serius.
“Di bulan penuh berkah ini, kami ingin memastikan kehadiran kami benar-benar bermakna. Anak-anak ini tidak hanya berjuang sembuh, tapi juga mengajarkan kita tentang ketabahan dan harapan. Kami berharap bantuan sederhana ini dapat meringankan beban keluarga,” ujar Pria Utama dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Dia menjelaskan, anak-anak dengan kanker tidak hanya perlu dukungan medis, tapi juga dukungan psikologis dan sosial agar tetap semangat selama pengobatan. Melalui Safari Ramadan, perusahaan berupaya memastikan bantuan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. Program ini secara konsisten ditujukan kepada masyarakat rentan, termasuk anak-anak dengan penyakit kritis.
Kehadiran para karyawan dalam kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya memberikan dukungan moral secara langsung kepada anak-anak dan keluarga yang mendampingi mereka.