Otoritas Azerbaijan konfirmasi serangan drone di Nakhchivan, klaim hak untuk ‘respons yang tepat’.
Dengarkan artikel ini | 4 menit
Diterbitkan Pada 5 Mar 2026
Sebuah serangan drone Iran telah menyasar eksklaf otonom Nakhchivan milik Azerbaijan, membuka front baru dalam perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel serta pembalasan dari Tehran yang masih berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Azerbaijan dalam sebuah pernyataan menyebut insiden terjadi sekitar pukul 12 siang (08:00 GMT) pada Kamis.
“Satu drone menghantam gedung terminal bandara di Republik Otonom Nakhchivan, sementara drone lain jatuh di dekat gedung sekolah di desa Shakarabad,” menurut keterangan kementerian.
“Kami sangat mengecam serangan drone yang diluncurkan dari wilayah Republik Islam Iran ini.”
Disebutkan pula bahwa serangan itu melukai dua warga sipil dan menyebabkan kerusakan material di bandara.
Kementerian menuntut “penjelasan yang jelas” dari Iran dan menyatakan negara itu “berhak mengambil langkah respons yang sesuai”.
Mereka telah memanggil Duta Besar Iran, Mojtaba Demirchilou, terkait insiden ini.
Nakhchivan, yang berbatasan dengan Iran dan Turkiye, merupakan bagian dari kesepakatan damai bersejarah yang dibrokeri AS yang ditandatangani tahun lalu antara Armenia dan Azerbaijan, yang dahulu merupakan musuh mematikan.
Koridor darat tersebut, yang dijuluki “Trump Route for International Peace and Prosperity” (TRIPP), memberikan hak pengembangan kepada AS untuk rute yang diusulkan guna menghubungkan Azerbaijan dengan eksklaf Nakhchivan-nya dan menciptakan jalur penghubung antara Armenia dan Azerbaijan.
Iran telah lama menentang rute transit yang direncanakan, yang juga dikenal sebagai koridor Zangezur, karena khawatir hal itu akan memutus negara tersebut dari Armenia dan wilayah Kaukasus lainnya sambil membawa kekuatan asing yang berpotensi bermusuhan mendekati perbatasannya.
Wartawan Al Jazeera, Resul Serdar, mengatakan, “Iran telah lama menuduh pemerintah Azeri mengubah Azerbaijan menjadi pangkalan mata-mata Israel.”
“Mereka menuduh [Presiden Azerbaijan] Ilham Aliyev mengancam keamanan Iran dari perbatasan utaranya,” tambah Serdar. “Iran berkali-kali menyatakan bahwa jika Azerbaijan tidak berhenti, mereka akan dihukum.”
Serdar mengatakan serangan drone pada Kamis tersebut mengirimkan pesan yang jelas kepada pemerintah Azerbaijan. “Iran sedang terlibat konflik dengan negara-negara tetangga,” ujarnya, seraya menambahkan, “Teluk, Turkiye, dan kini Azerbaijan.”
Perang yang Meluas
Serangan drone di Nakhchivan ini terjadi di tengah laporan mengenai lebih banyak drone Iran yang menyasar negara-negara di kawasan, termasuk pangkalan militer AS dekat bandara internasional Baghdad di Irak.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan sistem pertahanan udaranya mencegat serangan rudal saat sejumlah ledakan terdengar di langit atas Doha.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan drone terbaru yang masuk ke wilayahnya ditembak jatuh dekat wilayah al-Jawf, sementara Oman Oil Marketing Company menyatakan salah satu tangki penyimpanannya rusak.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye menyatakan pada Rabu bahwa sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran ke arah ruang udara Turkiye dihancurkan oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO di atas Laut Mediterania timur setelah melintasi Suriah dan Irak.
Angkatan bersenjata Iran mengeluarkan pernyataan pada Kamis yang membantah telah menembakkan rudal ke arah wilayah Turkiye.
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyatakan negaranya “mengambil semua langkah pencegahan yang diperlukan” setelah berkonsultasi dengan sekutu-sekutu NATO-nya dan mengeluarkan “peringatan dalam istilah yang paling jelas untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.”
Sementara itu, front Israel-Hezbollah di Lebanon kembali menyala dalam babak perang lain yang melibatkan pemboman berat Israel dan incursi ke negara tetangga utaranya itu.