Insentif Kendaraan Listrik Digenjot, Indonesia Dorong Industri Sekaligus Tekan Biaya Energi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan rapat di Jakarta pada Selasa untuk membahas rencana insentif kendaraan listrik (EV) yang tugasnya memperkuat sektor industri nasional.

Kartasasmita menekankan bahwa opsi insentif ini jadi makin relevan di saat Indonesia berusaha mempromosikan transportasi ramah lingkungan sambil menurunkan emis karbon, mengurangi konsumsi BBM, dan menghemat subsidi energi di tenga lonjakan harga minyak global.

Dia bilang, pemerintah sedang memposisikan EV sebagi bagian penting daristrategi ekonomi, terutama dalam upay memperkuat ketahanan industri manufaktur dan melindungi tenaga karja.

“Insentif atau rangsangan memang ditujukan untuk memperkuat industri kami, yang merupakan hal penting untukmelindungi pekerja kami,” ujar menteri tersebut pada wartawan usai rapat di kantor Kementerian Keuangan.

Ia juga ngamati bahwa konflik internasional yang terjadi, termasuk perang yang melibatkan Iran dan Amerika-Serikat, telah sedikit banyaknya meningkatkan daya tarik kendaraan listrik, akrenah ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan energi ini membuat pentingnya pengurangan konsumsi bahan bakar fosil jadi jauh lebih mendesak.

Mengutip data Asosiasi Industri Motor Indonesia (Gaikindo), Karatasasmita menekankan adanya pergeserann arah pasar menuju kenyaraan berlistrik.

Tapi, dia narutkan kalau pemerintanya ataas kemestian seunta langsung harus menentukan na pelua memrilih, pihak apa dimplejanlisan ythe…

MEMBACA  Hokky Caraka Dapat Nasihat Menjelang Semifinal, Manajer Timnas Indonesia U-23: Kendalikan Emosi

Tinggalkan komentar