Badung, Bali (ANTARA) – Warga negara asing di Bali disarankan untuk tetap berhubungan dengan pihak imigrasi Indonesia untuk menghindari kelebihan masa tinggal akibat penundaan penerbangan yang dipicu oleh ketegangan Timur Tengah yang meningkat.
Rai Bugie Kurniawan, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bali, mengatakan pada Minggu bahwa pihak berwenang “memantau perkembangan global dengan cermat” setelah serangan AS dan Israel ke Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Dia memperingatkan banyak warga negara asing bisa terdampar di Bali akibat penerbangan yang dibatalkan, berisiko overstay jika tidak bisa berangkat dari Indonesia tepat waktu.
Kurniawan mendesak mereka yang izin tinggalnya hampir habis atau telah kadaluarsa karena gangguan penerbangan untuk segera memberitahukan kantor imigrasi terdekat atau pusat layanan Bandara Bali untuk mendapatkan panduan.
Dia meyakinkan bahwa otoritas imigrasi akan mempertimbangkan kondisi force majeure dari pembatalan penerbangan sambil tetap menjunjung hukum dan peraturan Indonesia ketika membantu traveler yang terdampak.
“Prioritas kami adalah memastikan prosedur imigrasi bagi penumpang ditangani dengan benar dan efisien,” kata Kurniawan.
Berita terkait: Presiden Prabowo tawarkan diri jadi mediator di tengah ketegangan Timur Tengah
Kantor itu juga mengingatkan pelancong internasional, terutama yang transit melalui negara-negara Timur Tengah, untuk memeriksa status penerbangan sebelum tiba di bandara.
Untuk mencegah kepadatan penumpang akibat gangguan penerbangan, Imigrasi Ngurah Rai menambah staf dan meningkatkan koordinasi dengan otoritas bandara dan perwakilan maskapai.
Pada Sabtu, pasukan AS dan Israel menyerang target-target Iran, termasuk Tehran, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa sipil. Iran membalas dengan serangan rudal ke Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas di kantornya selama serangan, mendorong masa berkabung nasional 40 hari dan sepekan hari tidak bekerja.
Eskalasi ini mendorong beberapa negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, menutup ruang udara, mengganggu penerbangan internasional ke dan dari Bali.
Setidaknya lima penerbangan yang dijadwalkan dari Bandara Bali telah dibatalkan per pukul 1 pagi waktu setempat pada 1 Maret karena gangguan ini.
Berita terkait: RI serukan penghentian konflik Israel-Iran, desak pengendalian diri
Penerjemah: Dewa Ketut SW, Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026