Film Pertama yang Menggambarkan Robot Ditemukan di Michigan

Sebuah film bisu yang telah lama hilang, yang dipercaya sebagai penggambaran pertama robot dalam gambar bergerak, ditemukan kembali di Michigan. Ini menjadi pengingat yang bagus bagi para penggemar sejarah film untuk tidak mudah menyerah hanya karena sebuah film dinyatakan hilang.

Film berjudul “Gugusse and the Automaton,” ini hanya berdurasi 45 detik dan diciptakan pada 1897 oleh pelopor film Prancis, Georges Méliès. Film tersebut memperlihatkan seorang pesulap bernama Gugusse memutar engkol besar untuk mengendalikan Pierrot Automate, sebuah robot berukuran anak-anak. Robot itu kemudian tumbuh semakin besar hingga mencapai ukuran dewasa.

Setelah mencapai ukuran penuh, robot tersebut menari sebentar sebelum memukul kepala Gugusse dengan sebuah tongkat. Gugusse lalu menurunkan robot itu dari pedestalnya dan memberinya pelajaran.

Gugusse memukul kepala robot tersebut dengan palu raksasa; setiap pukulan membuat tubuh mekanis itu mengecil hingga kembali ke ukuran seperti anak-anak. Pukulan lain mengubah robot menjadi boneka kecil, dan satu tamparan palu terakhir membuatnya menghilang sepenuhnya.

Dengan demikian, berakhirlah film itu.

Ini adalah film pendek dengan premis konyol dan slapstick. Namun, ini juga merupakan artefak yang dapat diinterpretasikan mirip dengan banyak media bertema robot yang muncul kemudian pada abad ke-20. Robot melukai manusia, dan manusia perlu menghancurkannya.

Kisah-kisah anti-robot kerap muncul terutama selama masa-masa ekonomi sulit, seperti pada tahun 1930-an dan 1970-an, sebuah topik yang pernah saya ulas panjang lebar sebelumnya. Dan jika Anda bertanya-tanya apakah Prancis mengalami kesulitan ekonomi pada 1890-an, jawabannya iya—bahkan dalam bentuk resesi ganda.

Namun, mengesampingkan pesan potensial film ini (serta risiko menganggapnya terlalu serius sebagai tanda frustrasi sosial yang lebih luas), kisah penemuannya kembali sungguh menarik.

MEMBACA  Penawaran Nintendo Prime Day Terbaik untuk belanja di bulan Oktober 2024

Bill McFarland dari Grand Rapids, Michigan, mengantarkan sekotak film milik buyutnya ke National Audio-Visual Conservation Center milik Library of Congress di Culpeper, Virginia, agar para ahli dapat memeriksa apa yang dia miliki.

Menurut postingan blog dari Library of Congress, buyut McFarland adalah seorang bernama William Delisle Frisbee yang pernah bekerja sebagai guru sekolah dan petani kentang di Pennsylvania. Namun, menurut Perpustakaan tersebut, dia juga bekerja di malam hari sebagai “showman keliling.”

“Dia mengendarai kereta kudanya dari kota ke kota untuk memukau penduduk setempat dengan proyektor dan beberapa gambar bergerak pertama di dunia,” jelas Perpustakaan itu. “Dia membuka pertunjukan di ruang sekolah, gereja, atau balai kota setempat dan memutar slide lentera ajaib serta film-film pendeng dengan iringan musik dari fonograf yang dianggap baru dan aneh pada masa itu. Sungguh mengejutkan.”

Frisbee meninggal pada 1937 dan dua peti miliknya diwariskan melalui beberapa generasi hingga sampai ke McFarland, yang tidak dapat memutar film-film itu sendiri karena kondisinya yang sudah rapuh.

Perpustakaan mengunggah video ke Instagram yang membahas perolehan film ini dan betapa luar biasanya film setua itu bisa ditemukan. Diperkirakan hingga 90% film yang dibuat sebelum 1930 telah hilang dari sejarah.

Film lain dalam peti tersebut termasuk film Méliès lain dari 1900 berjudul “The Fat and Lean Wrestling Match,” serta fragmen film Thomas Edison berjudul “The Burning Stable.” Teknisi Perpustakaan memindai film-film tersebut dalam 4K untuk melestarikannya bagi generasi mendatang.

Kata “robot” sendiri baru diciptakan pada 1920 untuk sandiwara Ceko *R.U.R.* karya Karel Čapek. Namun, visi tentang manusia buatan telah ada selama berabad-abad. Dan sungguh luar biasa melihat robot dari era 1890-an digambarkan dalam film untuk pertama kalinya. Meskipun hanya berdurasi 45 detik.

MEMBACA  Cara mereset pabrik ponsel Android Anda tanpa membukanya terlebih dahulu

Janganlah putus asa jika Anda sangat ingin menonton suatu film yang diyakini sudah hilang sepenuhnya. Siapa tahu ada seseorang yang menyimpannya dalam peti tua berdebu di Michigan suatu hari nanti.

Tinggalkan komentar