Tinjauan SPPG Maospati, Ibas Serukan Peningkatan Mutu dan Tata Kelola Program MBG

Sabtu, 28 Februari 2026 – 12:47 WIB

Magetan, VIVA – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, melanjutkan serangkaian agenda Reses Ramadan 2026 dengan mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Suratmajan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, pada Jumat, 27 Februari 2026.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal selama bulan Ramadan dan terus mengalami penyempurnaan di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Ibas melihat langsung proses operasional dapur, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan makanan, sampai distribusi ke penerima manfaat. Ia menekankan bahwa keberhasilan program MBG tak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tapi juga dari kualitas tata kelola dan konsistensi standar pelayanan.

“Saya ingin memastikan operasional dan mekanisme kerja SPPG benar-benar berjalan dengan baik. Semua harus bersih, higienis, dan mengikuti standar operasional yang sudah ditetapkan,” tegas Ibas dalam keterangannya, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, penguatan sistem kerja sangat penting agar program nasional seperti MBG bisa berjalan berkelanjutan. Ia menilai standar prosedur yang jelas, pengawasan berlapis, dan kedisiplinan pelaksana di lapangan perlu terus diperbaiki seiring perluasan program.

Tahap awal pengolahan makanan, lanjutnya, menjadi titik penting dalam menjaga kualitas layanan. Ibas mengingatkan agar bahan pangan yang tidak memenuhi standar kesegaran harus segera disortir dan tidak digunakan.

“Saya tidak ingin ada makanan yang tidak segar atau berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Kalau ada bahan yang tidak layak, harus langsung dikembalikan. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.

Selain aspek kebersihan, Ibas juga menyoroti peran penting tenaga ahli gizi untuk memastikan setiap menu memenuhi kebutuhan nutrisi penerima. Ia menekankan bahwa kualitas gizi MBG harus terus dijaga agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

MEMBACA  Netanyahu dan Pemimpin Israel Kecam Macron atas Pengakuan Negara Palestina

“Program ini bukan cuma membagikan makan. Komposisi, porsi, keseimbangan nutrisi, sampai proses penyajiannya harus tepat agar anak-anak kita tumbuh sehat dan siap jadi generasi unggul,” katanya.

Ia mengapresiasi penggunaan peralatan modern dan disiplin petugas dapur yang telah bekerja sesuai standar keamanan pangan. Namun, Ibas menilai peningkatan kapasitas SDM dan konsistensi pelaksanaan standar perlu terus diawasi agar kualitas layanan tetap merata di semua daerah.

“Saya lihat praktik yang bagus di sini. Ke depannya, standar seperti ini perlu terus dijaga dan ditiru supaya kualitas pelayanan MBG sama baiknya di setiap wilayah,” ungkapnya.

Tinggalkan komentar