Serangan Israel Tewaskan Lima Orang di Lokasi Kepolisian Gaza Selatan dan Tengah

Serangan terbaru ini, menurut Hamas, menunjukkan ‘pengabaian terang-terangan Israel terhadap upaya-upaya mediator, serta ketidakpedulian totalnya terhadap Dewan Perdamaian beserta perannya’.

Dengarkan artikel ini | 2 menit

Dipublikasikan pada 27 Feb 2026

Setidaknya lima warga Palestina tewas dalam serangan drone Israel yang menyasar dua pos polisi di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, dan kawasan al-Mawasi di Khan Younis selatan. Serangan ini terjadi saat Israel melanjutkan perang genosida yang telah berlangsung lebih dari dua tahun terhadap enclave yang telah luluh lantak tersebut.

Serangan yang berlangsung hingga Jumat dini hari itu dikutuk Hamas karena dinilai merongrong upaya mediator selama fase “gencatan senjata” yang hampir setiap hari dilanggar Israel sejak 10 Oktober.

Sumber medis di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis melaporkan kedatangan tiga jenazah dan sejumlah korban luka menyusul serangan militer Israel terhadap pos pemeriksaan polisi di persimpangan al-Maslakh, al-Mawasi. Sumber tersebut menyatakan serangan terjadi di area di luar kendali militer Israel, dengan kondisi sebagian korban luka dikatakan kritis.

Di Jalur Gaza bagian tengah, dua warga Palestina tewas dan lainnya luka-luka dalam serangan drone Israel serupa yang menyasar sebuah pos polisi di pintu masuk kamp pengungsi Bureij.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa meningkatnya jumlah korban jiwa akibat pembombardiran Israel yang berlanjut di seantero Jalur Gaza mencerminkan “pengabaian terang-terangan okupasi Zionis terhadap usaha mediator, dan ketidakacuhannya sepenuhnya terhadap Dewan Perdamaian serta perannya”.

Qassem menambahkan dalam pernyataannya bahwa Israel terus melanjutkan perang pemusnahan terhadap rakyat Palestina, meski dengan beberapa perubahan dalam bentuk dan metode, yang mengindikasikan bahwa “pembicaraan negara-negara penjamin tentang penghentian perang tidak memiliki substansi nyata di lapangan”.

MEMBACA  Jerman Akan Gelar Pertemuan Migrasi dengan Negara-Negara Eropa Bulan Depan

Tinggalkan komentar