WARTAKOTALIVECOM — Pemerintah Indonesia, lewat Kemenlu, terus memantau perkembangan situasi keamanan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko. Pemantauan ini dilakukan menyusul ketegangan yang meningkat akibat operasi aparat terhadap kelompok kejahatan terorganisir disana.
Pemantauan dilakukan secara intensif oleh KBRI di Mexico City. Mereka telah menjalin komunikasi langsung dengan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di wilayah tersebut.
Dalam keterangan resminya, KBRI Meksiko mengonfirmasi telah mengeluarkan surat imbauan bernomor 079/MEX/PROTKONS/II/2026.
Surat itu meminta semua WNI di Jalisco untuk meningkatkan kewaspadaan karena situasi yang belum stabil sepenuhnya.
WNI diimbau untuk tetap di rumah, membatasi pergerakan, dan menghindari kerumunan atau tempat yang berpotensi terjadi bentrokan.
KBRI juga menekankan agar WNI tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas lokal.
Aktivitas diluar rumah yang tidak penting disarankan untuk ditunda sampai kondisi benar-benar aman.
KBRI meminta WNI untuk memantau perkembangan melalui sumber resmi. Jika ada keadaan darurat, segera hubungi nomor 911 atau hotline KBRI di +52 55 6298 5506.
Langkah ini diambil karena dinamika keamanan di Jalisco kembali memanas. Wilayah ini sering jadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir karena aktivitas kelompok kriminal bersenjata yang punya jaringan kuat.
Operasi militer yang menargetkan pemimpin kartel disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah Meksiko untuk menekan pengaruh organisasi kejahatan tersebut, yang dominan di kawasan itu.
Namun, pola yang berulang menunjukkan bahwa setiap tindakan aparat terhadap pentolan kartel hampir selalu memicu respons balasan. Respons ini berdampak luas pada keamanan publik.
Bentrokan bersenjata, pembakaran kendaraan, dan blokade jalan sering terjadi sebagai bentuk tekanan terhadap aparat.
Situasi seperti ini tidak hanya mengganggu warga lokal, tetapi juga berisiko bagi komunitas asing yang tinggal dan bekerja disana.
KBRI Mexico City memastikan bahwa koordinasi dengan otoritas setempat terus berjalan. Tujuannya untuk menjamin keselamatan WNI dan menyiapkan langkah-langkah darurat jika situasi memburuk.