Bahlil Ungkap Detail Kerja Sama Mineral Kritis dengan AS: Arah Hilirisasi ke Mana?

loading…

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia membuka soal keputusan pemerintah memberi akses mineral kritis ke Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kesepakatan dagang. Foto/Dok

JAKARTA – Akses mineral kritis Amerika Serikat (AS) ke Indonesia adalah satu hasil dari kesepakatan dagang yang sudah ditandatangani dalam pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, DC. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan, kesepakatan ini akan membuka kesempatan lebih luas bagi AS untuk berinvestasi dalam memanfaatkan mineral kritis di Indonesia.

Tapi, Bahlil menegaskan bahwa kekayaan mineral kritis nasional tidak akan diperdagangkan dalam bentuk mentah. Semua peluang investasi yang muncul harus berujung pada hilirisasi dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri, supaya manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Harta Karun Tanah Jarang AS Dilirik Taiwan, Termasuk Proyek Trump?

“Untuk mineral kritis, kami sudah sepakat untuk memfasilitasi pengusaha-pengusaha dari AS agar bisa berinvestasi, dengan tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku di negara kita,” ujarnya dalam keterangannya di Amerika Serikat, Jumat (20/2).

Bahlil menegaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan tentang ekspor mineral mentah, karena pemerintah Indonesia tetap komitmen menjalankan program hilirisasi nasional dan tidak ada rencana membuka keran ekspor barang mentah.

MEMBACA  "Indonesia Memperjuangkan Standar Kerja yang Lebih Baik untuk Pekerja Digital" (Penulisan disesuaikan dengan ejaan yang benar: "baik" bukan "baik") Jika ingin versi yang lebih ringkas: "Indonesia Perjuangkan Standar Kerja Lebih Baik bagi Pekerja Digital" (Tips visual: Gunakan font bold atau warna aksen untuk penekanan judul.) --- Catatan: Sesuai permintaan, tidak ada koreksi/komentar tambahan selain teks terjemahan.