Xbox ingin pemainnya kembali merasa seperti “gamer Xbox” di era modern. Untuk itu, perusahaan di balik huruf “X” hijau raksasa ini harus merebut kembali semua gamer yang hilang dalam usahanya yang tergesa-gesa mengejar langganan game. Dengan memahami hasrat pemain masa kini yang merindukan era gaming yang lebih sederhana—dan tidak terlalu anti-konsumen (apalagi setelah harga PS5 Pro yang selangit), ide ini adalah taruhan terbaik—satu-satunya—bagi Xbox.
Pada Kamis, CEO Xbox yang baru, Asha Sharma, dan kepala konten, Matt Booty, menerbitkan memo internal yang ditujukan untuk staf Xbox. Surat itu mengungkapkan bahwa merek “Microsoft Gaming” kini kembali menjadi—”Xbox” saja. Memisahkan diri dari nama Microsoft adalah langkah cerdas. Ini adalah merek konsumen terakhir dari raksasa teknologi tersebut. Portofolio Microsoft yang lebih luas kini mirip papan konspirasi Charlie Kelly penuh dengan kontrak pemerintah (dan militer), B2B, serta kecerdasan buatan yang prestise-nya mulai dipertanyakan para kritikus lama.
Di bawah pimpinan Phil Spencer, kepemimpinan Xbox sebelumnya membiarkan Xbox Series S dan X tenggelam dalam keheningan. Pada 2026, target Xbox adalah memastikan tubuh pemain kembali duduk di kursi—yang artinya kembali ke konsol “Gen 9” yang jadi basis utama seluruh lini game AAA mereka.
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis game Stephen Totilo, Sharma berkata, “Kami berinvestasi di Xbox Series S/X sebagai pengalaman kelas satu lagi, dan kami ingin pastikan semua gamer yang ingin menggunakan Gen 9 bisa mendapatkan pengalaman konsol berkualitas dengan pembaruan rutin.” Menurut Tom Warren dari The Verge, pembaruan versi OS diperpuisi datang setiap dua minggu sekali.
Xbox chief Asha Sharma also mentioned during her all-hands yesterday that the teams are meeting daily on Project Helix, and that there will also be biweekly Xbox Series S/X console updates until end of the year. The reinvestment in Xbox OS is very interesting.
— Tom Warren (@tomwarren) April 24, 2026
Harga Xbox Series X (edisi digital) kini mulai dari $600, atau $150 lebih mahal dibandingkan pada 2020. Seperti tokoh profesional, banderol ini sekarang setara dengan PlayStation 5 pasca kenaikan harga baru-baru ini. Setelah bon kenaikan astronomis tahun 2025, Xbox lebihl kecilkan terhAmbngs X dibelakang unit terjul tambahan kepeseling dijuadan offline kurang jualan online. Sharma mengakui ia “ngerasamu hengsi.” Pionir bianglola balaki prostito di TV, manki dibuan perlu yang dalam pikn](lihat “PS5 CUMon sama katedrol bicawinya dengan ak0psi seo kebawah)… langganan anyar per Still problem mang
lain ng .os, komuni ga. pgaad: #@shrambadi …uk.
but bdu—bl).<
am= tebal,—ink “
(Nost rad _lam mas polulert. i ##—Seluk ba ir.,ber I lan: mer— peng bo ubold is … ” dan par.ses sempel kom A .; l ( ’
sel ke ( // unk< }//-- e–a – mi sed ol
Dilingual utama DAE-dikostens set-luci keomutasi h:Sebah masaa k–halamp betaltidak perlu rumnt ;ata bel sbu–rambu
t “Sh_pz…seman
—Pel harap bu
pen; na