Senjata Diganti Doa: Pemkot Depok Kirim Remaja Pelaku Tawuran ke Pesantren di Bulan Ramadan

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK – Ramadan 1447 Hijriah di Kota Depok tahun ini bakal jadi lembaran baru bagi para remaja yang pernah salah langkah karena ikut tawuran.

Daripada cuma mendekam di penjara atau dapat teguran, para pelaku tawuran di Kota Belimbing akan dikirim ke pesantren untuk dapat pembinaan spiritual yang mendalam.

Diharap, ini bisa jadi titik balik buat mereka untuk tinggalkan senjata tajam dan ganti dengan doa dan kitab suci.

Langkah humanis ini adalah hasil kerja sama antara Polres Metro Depok dengan Pemerintah Kota Depok.

Program ini muncul dari keinginan untuk sentuh sisi batin remaja, agar mereka tidak cuma disiplin secara fisik, tapi juga punya pondasi agama yang kuat.

Bukan Cuma Hukuman, Tapi Penyadaran

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, sangat mengapresiasi terobosan dari Polres Metro Depok ini.

Menurut dia, lingkungan pesantren adalah tempat terbaik untuk perbaiki moral anak muda yang sering terlibat kekerasan di jalanan.

“Saya rasa program ini sangat bagus. Kami apresiasi inisiatif Polres Metro Depok dan Pemkot pasti siap dukung sepenuhnya pelaksanaannya,” kata Chandra di Pancoran Mas, Rabu (18/2/2026).

Pemkot Depok yakin bahwa kasih sayang dan pendidikan di pesantren bakal lebih efektif memberi efek jera sekaligus kesadaran, dibandingkan hukuman biasa.

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, bilang bahwa wacana ini sudah didiskusikan matang dengan berbagai pihak, termasuk tokoh agama.

Dukungan penuh juga datang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok.

“Kami sudah diskusi dengan kawan-kawan dari PCNU, dan mereka sangat mendukung. Tujuan utama kami adalah memberikan pembinaan ke arah positif,” jelas Abdul Waras.

Di pesantren nanti, para remaja ini tidak akan diperlakukan seperti narapidana, melainkan sebagai santri yang sedang menuntut ilmu.

MEMBACA  Yang Kita Ketahui tentang Pelaku Penyerangan Sinagoge Manchester, Jihad Al-Shamie

Mereka akan ikuti berbagai kajian agama, salat berjamaah, sampai diskusi yang diharap bisa meredam ego dan emosi yang biasa meluap di jalanan.

https://www.rbne.com.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fwww.rbne.com.br%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=UGmjwfp3

Tinggalkan komentar