Meutya Hafid Beri Pesan untuk Perempuan Muda: Jangan Gaptek, Bekal Penting untuk Masa Depan Karier

Minggu, 15 Februari 2026 – 21:42 WIB

Bekasi, VIVA – Upaya untuk mendorong lebih banyak talenta perempuan masuk ke dunia teknologi kembali digelar melalui acara Amazon Girls’ Tech Day yang berlangsung pada 7 Februari 2026 lalu. Tahun ini, kegiatan edukatif itu menjangkau lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi, mulai dari tingkat SD sampai SMA.

Perluasan peserta hingga ke siswa sekolah dasar menjadi sorotan khusus. Langkah ini dinilai penting karena transformasi digital yang berbasis kecerdasan buatan (AI) berkembang sangat cepat dan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia sejak usia dini. Yuk, scroll untuk info lengkapnya!

Para peserta mengikuti berbagai lokakarya yang dirancang sesuai umur mereka, mulai dari pengenalan AI dan pemrograman dasar, hingga pembuatan game dan robotika untuk pemula. Pendekatan berbasis proyek digunakan agar siswi tidak hanya paham teori, tapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi inisiatif ini sebagai bagian dari usaha memperluas partisipasi perempuan dalam ekosistem digital nasional.

“Di Kementerian Komunikasi dan Digital, target kami di tahun 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital. Angka itu masih belum cukup, dan kami akan tingkatkan target menjadi 12 juta pada 2030. Saya percaya kita harus mendorong perempuan muda, seperti yang hadir di Girls’ Tech Day, untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita,” kata Meutya Hafid dalam keterangannya, dikutip Minggu 13 Februari 2026.

“Kami ingin terus mendukung generasi muda dan yakin bahwa makin banyak anak muda akan mengerti manfaat teknologi. Teknologi adalah sumber pemberdayaan yang kuat, bukan cuma untuk perempuan muda, tetapi juga untuk keluarga dan komunitas mereka, dan akhirnya untuk bangsa. Kami akan memperluas makna 3T menjadi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga untuk mendukung mereka dan semua masyarakat Indonesia,” tambahnya.

MEMBACA  Ribuan orang berbaris di Iran untuk meratapi Raisi pada hari terakhir pemakaman | Berita Politik

Kegiatan ini juga menampilkan sejumlah praktisi perempuan di bidang teknologi sebagai pembicara inspiratif, termasuk VP Data & AI di Mekari, Cecilia Astrid Maharani dan CEO serta Founder GameChanger Studio yang juga Co-Founder Indonesia Women in Game, Riris Marpaung. Kehadiran mereka memberi gambaran nyata tentang peluang karir di sektor AI, data, dan industri game.

Halaman Selanjutnya

Cecilia menekankan masih rendahnya partisipasi perempuan di sektor teknologi.

Tinggalkan komentar