Jakarta (ANTARA) – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mendesak negara-negara anggota D8 untuk memberikan dukungan ekonomi bagi Palestina dan menerapkan sanksi terhadap pihak pendudukan yang menyerang rakyatnya.
“Jika kita ingin membantu rakyat Palestina, kita harus membantu mereka dengan bantuan ekonomi sekaligus memberlakukan sanksi ekonomi terhadap pihak pendudukan yang menyerang rakyat Palestina yang tertindas,” kata Duta Besar dalam wawancara khusus dengan ANTARA, di sini, pada Jumat.
Pernyataan itu disampaikannya menanggapi pertanyaan tentang upaya-upaya yang mungkin bisa dilakukan oleh negara-negara anggota D8 untuk memberikan dukungan yang berarti bagi perjuangan Palestina.
Hal ini juga disampaikan menjelang KTT D8, dimana Indonesia, yang menjadi tuan rumah KTT tahun ini, akan menyambut para pemimpin dari negara-negara anggota D8, yaitu Iran, Turki, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Nigeria, dan Azerbaijan, pada pertemuan puncak yang akan digelar pada bulan April.
Mengenai krisis di Palestina, Boroujerdi menyatakan ia tidak percaya bahwa mengakui rezim Zionis Israel sebagai sebuah negara dapat benar-benar membantu membawa kedamaian bagi rakyat Palestina.
Dia menekankan bahwa saat ini lebih dari 75 ribu orang telah meninggal akibat pendudukan Israel, dan sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan.
Serangan Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia rakyat Palestina, yang masih berlanjut dan disaksikan oleh masyarakat internasional.
Oleh karena itu, dia menyebut bantuan paling konkret yang dapat diberikan kepada rakyat Palestina adalah bantuan ekonomi dan pemberlakuan sanksi terhadap Israel serta negara-negara lain yang mendukungnya.
“Jika ada negara yang ingin membantu Palestina, jika kita memutuskan tentang perdamaian, karena satu sisi dari imajinasi perdamaian ini tidak percaya pada jenis perdamaian apapun, maka itu tidak akan terjadi,” ujarnya.
“Jadi, jika Anda menginginkan perdamaian apapun di wilayah itu, Anda harus memberikan tekanan pada rezim Zionis Israel untuk berhenti menduduki tanah Palestina, berhenti menyerang wilayah itu, dan berhenti menyerang negara-negara lain, negara tetangga lainnya,” tegasnya.
Untuk mencapai perdamaian bagi rakyat Palestina, perlu dilakukan upaya untuk menghentikan standar ganda dalam menerapkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
“Mengapa demokrasi dan HAM, dan kebaikan dunia semacam ini berlaku untuk seluruh dunia, tetapi tidak untuk Palestina? Kita harus meninggalkan standar ganda semacam ini. Jika demokrasi itu baik, maka itu juga baik untuk rakyat Palestina,” lanjutnya.
Dia berargumen bahwa perlu ada dukungan bagi rakyat Palestina untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri, terlepas dari latar belakang agama dan ras mereka.
“Semua orang Palestina, termasuk semua pemeluk agama, berkumpul, berpartisipasi dalam pemilihan umum dan apapun yang mereka pilih, semua orang termasuk kami, akan menerima itu,” tambahnya.
Iran percaya bahwa satu-satunya cara untuk membantu rakyat Palestina adalah dengan menyingkirkan standar ganda dan menerapkan demokrasi sejati serta kepedulian nyata terhadap HAM di wilayah tersebut.
Berita terkait: Prabowo konfirmasi kehadiran di KTT BoP, janji dukung Palestina
Berita terkait: Prabowo akan kunjungi AS untuk kesepakatan tarif dan KTT Board of Peace
Berita terkait: Indonesia percepat hilirisasi melalui Litbang BRIN-Danantara
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026