Belajar dari Tragedi NTT, Wakil Ketua DPRD Karawang Desak Penyaluran Beasiswa PIP Lancar Tanpa Kendala

Ringkasan Berita:

Wakil Ketua DPRD Karawang, Dian Fahrud Jaman, mendesak bank-bank supaya pastikan pencairan dana PIP berjalan lancar. Tujuanya untuk cegah kejadian mirip tragedi siswa bunuh diri di NTT terulang.
Dian berjanji akan awasi langsung penyaluran bantuan PIP di Karawang agar tepat sasaran dan jadi solusi nyata bagi anak-anak yang beresiko putus sekolah.
Politisi dari NasDem ini menekankan bahwa dana PIP adalah investasi jangka panjang pemerintah. Investasi ini harus diimbangi dengan tanggung jawab dan semangat belajar dari siswa penerima bantuan.

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG – Tragedi memilukan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana seorang siswa nekat bunuh diri karena tidak punya uang untuk beli buku sekolah, menjadi peringatan keras buat dunia pendidikan Indonesia.

Merespon kejadian itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman, menegaskan agar penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Karawang tidak boleh ada kendala teknis sama sekali.

Dian menekankan, birokrasi bank atau kebijakan teknis lain tidak boleh menghalangi hak pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca juga: Surat Terbuka Ganjar Pranowo Soal Tragedi Siswa Asal Ngada NTT

Berdasarkan penyelidikan KPAI, salah satu penyebab masalah di NTT adalah dana PIP macet gara-gara kebijakan teknis dari bank.

Dian Fahrud Jaman berharap hal serupa tidak terjadi di Kabupaten Karawang.

“Kita tidak ingin kejadian di NTT terulang disini. Jangan sampai ada anak yang putus asa karena tidak bisa beli buku, padahal dia sebenarnya penerima PIP tapi dananya sulit dicairkan,” tegas Dian, Jumat (13/2/2026).

Politisi Partai NasDem ini berkomitmen akan mengawasi proses penyaluran bantuan ini langsung, supaya bantuan benar-benar sampai ke yang berhak.

MEMBACA  Tanggapan Jessica Wongso Sebagai Pembunuh Tanpa Rasa Kasihan

Pendidikan Sebagai Investasi Tanpa Putus Sekolah

Menurut Dian, program PIP adalah alat penting pemerintah untuk jaga kualitas pendidikan dan kurangi angka putus sekolah.

Tapi, dia ingatkan bahwa penyaluran yang tepat sasaran adalah kunci sukses program ini.

“Program Indonesia Pintar ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa untuk kebutuhan sekolah. Pendidikan itu investasi jangka panjang yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Dian juga sering turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan secara pribadi, sebagai bentuk pengawasan agar tidak ada yang main-main atau kendala administrasi yang merugikan siswa miskin.

Baca juga: Istana Buka Suara Perihal Kematian Siswa SD NTT Karena Kemiskinan

Selain menyoroti bank dan pelaksana program, Dian mengingatkan para siswa penerima bantuan untuk disiplin dan bertanggung jawab.

Dana bantuan itu harus dipakai untuk kebutuhan pokok sekolah, bukan untuk hal lain yang tidak produktif.

Dia berharap dukungan finansial dari negara ini diikuti dengan semangat belajar tinggi dan menghindari pergaulan negatif.

“Kami pastikan penyaluran tepat sasaran untuk cegah anak putus sekolah. Ini komitmen kami untuk masa depan generasi Karawang,” pungkas Dian.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
 
 

Tinggalkan komentar