Senin, 9 Februari 2026 – 20:56 WIB
VIVA – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga membantah keras isu yang menyebut kedatangan pemain diaspora ke klub lokal adalah bagian dari skenario PSSI untuk Piala AFF 2026. Arya menyebut anggapan itu cuma teori konspirasi.
Baca Juga :
Jay Idzes Cs Tak Berdaya, Sassuolo Hancur Lebur Dibantai Inter Milan
Akhir-akhir ini, beberapa pemain diaspora memang bergabung ke kompetisi domestik. Nama-nama seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, hingga Ivar Jenner meramaikan bursa transfer Super League.
Hal ini memunculkan spekulasi kalau PSSI sengaja ‘mengarahkan’ para pemain tersebut ke klub lokal agar mudah dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026.
Baca Juga :
Tak seperti Sepakbola, Ketua FFI Pastikan Hector Souto Aman Hingga 2028
Arya dengan tegas menepis narasi itu. Menurutnya, proses transfer pemain sepenuhnya urusan klub dan tidak ada campur tangan PSSI.
“Ini kita kebanyakan teori konspirasi. Transfer pemain itu urusannya uang. Yang bayar siapa? Klub. Bukan PSSI,” kata Arya kepada wartawan di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca Juga :
Timnas Indonesia U-17 Digilas China 7 Gol tanpa Balas
Ia menekankan PSSI tidak pernah terlibat dalam negosiasi atau bayar gaji pemain. Semua keputusan rekrutmen berdasarkan kebutuhan dan kemampuan finansial klub.
“Lucu kalau dibilang ini skenario PSSI buat AFF. PSSI tidak ikut bayar pemain, tidak ikut negosiasi. Itu murni urusan klub,” katanya.
Arya juga menilai mustahil PSSI bisa memaksa klub untuk merekrut pemain tertentu. Menurutnya, logika sepak bola sederhana: ada tawar-menawar harga dan kesepakatan kontrak yang berbasis kepentingan klub.
“Kalau klub tidak mau bayar, memang PSSI bisa paksa? Tidak ada ceritanya seperti itu di dunia sepak bola,” ucapnya.
Gelombang Pemain Diaspora Padati Super League, Ini Daftarnya
Penutupan bursa transfer Super League 2025/2026 pada Jumat 6 Februari 2026 malam menandai kembalinya gelombang pemain diaspora ke kompetisi domestik. Total, ada 10 pemain
VIVA.co.id
9 Februari 2026