Minggu, 8 Februari 2026 – 05:00 WIB
Jakarta, VIVA – Indonesia Arena bergemuruh sepanjang malam. Ribuan suporter berdiri, bernyanyi, dan menahan napas menyaksikan duel sengit Timnas Futsal Indonesia melawan raksasa Asia, Iran, di final AFC Futsal Asian Cup 2026.
Baca Juga :
Trofi memang belum berhasil dibawa pulang. Tapi, satu hal yang nggak terbantahkan, Garuda telah bikin sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Indonesia bisa sampai di partai puncak turnamen futsal paling bergengsi di Asia. Sebuah pencapaian yang dulu terasa jauh, sekarang jadi kenyataan di depan mata publik sendiri.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun angkat suara. Dia nggak lihat kekalahan sebagai akhir, tapi sebagai bukti mentalitas kuat yang ditunjukkan skuad asuhan Hector Souto. Lewat akun Instagram pribadinya, Erick menyampaikan apresiasi terbuka.
Baca Juga :
“Terima kasih atas perjuangan dan prestasi luar biasa Timnas Futsal Indonesia, yang telah berhasil mencetak sejarah dengan melangkah hingga Final AFC Futsal Asian Cup 2026,” tulis Erick.
Ucapan itu terasa relevan kalau lihat jalannya pertandingan. Indonesia nggak pernah tampil inferior, meski menghadapi Iran yang sudah punya 14 gelar juara Asia. Erick juga nyoroti keberanian para pemain yang tetap percaya diri menghadapi tekanan.
Baca Juga :
Terpopuler: Final Futsal Dramatis Timnas Indonesia vs Iran, Manchester United Sikat Tottenham
“Menghadapi Iran yang telah mengoleksi 14 gelar juara AFC Futsal Asian Cup, skuad Garuda tampil solid dan tidak gentar berkat dukungan penuh suporter di tribun,” kata Erick.
“AFC menyampaikan apresiasi tinggi kepada Indonesia sebagai tuan rumah, bahkan menyebut salah satu partai final terbaik, dengan atmosfer dan antusiasme penonton yang luar biasa,” sambungnya.
Jalannya Pertandingan Indonesia vs Iran
Timnas Futsal Indonesia vs Iran di Final Piala Asia 2026
Di atas lapangan, pertandingan berjalan seru dan menegangkan. Iran unggul cepat, tetapi Indonesia langsung membalas. Reza Gunawan menyamakan skor, lalu Israr Megantara cetak dua gol beruntun yang bikin Garuda memimpin. Samuel Eko turut nambah gol di babak kedua.
Skor terus kejar-kejaran. Iran menekan lewat skema power play, sementara Ahmad Habiebie tampil gemilang di bawah mistar. Waktu normal berakhir 4-4.
Drama berlanjut ke babak tambahan. Indonesia kembali unggul lewat gol ketiga Israr. Sayangnya, Iran sekali lagi menyamakan skor menjadi 5-5.
Pemenang akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Di momen krusial itu, dua algojo Indonesia gagal menuntaskan tugas. Iran menang tipis 5-4.
Halaman Selanjutnya