Kiat dan Panduan Memakai Popok Dewasa untuk Lansia dengan Benar

Sabtu, 7 Februari 2026 – 19:55 WIB

Jakarta, VIVA – Perubahan struktur penduduk di Indonesia menunjukkan kenaikan yang signifikan untuk jumlah warga lanjut usia (lansia). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sekitar 11,93% dari total populasi Indonesia adalah orang berusia di atas 60 tahun. Angka ini diperkirakan akan terus naik sampai mencapai 20,90% pada tahun 2050.

Baca Juga :
Begini Bukti Keseriusan dan Persiapan Klinik Rutan Muntok Jadi Mitra BPJS

Perubahan ini menandai peralihan dari dominasi usia muda di era 1970-an ke struktur populasi yang semakin tua. Kondisi ini membutuhkan perhatian lebih terhadap aspek kesehatan dan kesejahteraan lansia, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Ayo scroll lanjut lagi!

Seiring bertambahnya usia, lansia biasanya mengalami penurunan fungsi fisik dan juga kognitif. Keterbatasan ini bisa mempengaruhi kemampun dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri dan mengontrol buang air. Dalam situasi seperti ini, peran caregiver—baik di lingkungan keluarga maupun panti jompo—menjadi sangat penting.

Baca Juga :
Anggota DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah oleh Prosedur Administratif

Pemahaman yang benar tentang cara merawat lansia, termasuk dalam memilih dan menggunakan popok dewasa, tidak hanya berpengaruh pada kebersihan dan kesehatan kulit, tetapi juga menjaga kenyamanan dan harga diri lansia.

Dalam memilih popok dewasa, ada prinsip “3 PAS” yang perlu diperhatikan. Pertama, jenis popok yang pas. Popok jenis celana direkomendasikan untuk lansia yang masih bisa berjalan, berdiri, atau duduk dengan mandiri.

Baca Juga :
Risiko Dengue Meningkat Saat Hujan, Upaya Pencegahan Harus Diperkuat

Sementara itu, popok jenis perekat lebih cocok untuk lansia yang sebagian besar waktunya dihabiskan di tempat tidur dan butuh bantuan saat ganti popok. Pemilihan jenis yang tepat akan mempermudah proses perawatan sekaligus menambah kenyamanan pemakainya.

MEMBACA  Komitmen Bandara I Gusti Ngurah Rai Mewujudkan Bali sebagai Pulau Terbaik di Asia 2025

Kedua, ukuran yang pas. Pengukuran lingkar pinggang perlu dilakukan untuk memilih popok jenis celana, sedangkan lingkar panggul jadi patokan untuk jenis perekat. Ukuran yang sesuai akan mencegah kebocoran dan mengurangi risiko iritasi karena gesekan berlebih. Ketiga, pas dan nyaman di badan.

Pilih popok dengan daya serap tinggi, bahan yang lembut, dan sirkulasi udara yang baik untuk menurunkan risiko ruam atau luka tekan (decubitus). Produk yang didesain tipis dan nyaman dapat membantu lansia tetap percaya diri dalam beraktifitas.

Cara memakai popok juga harus dilakukan dengan benar. Untuk jenis perekat, posisikan lansia miring ke samping untuk meletakkan popok dengan tulang ekor ada di tengah bantalan. Tekuk sedikit bagian tepinya agar perekat tidak nempel ke kulit.

Setelah itu, kembalikan tubuh ke posisi semula, tarik bagian depan popok hingga rapat tanpa meninggalkan celah di pangkal paha, lalu tempelkan pita secara bersilangan untuk mencegah kebocoran. Untuk jenis celana, popok dipakai seperti celana dalam biasa sehingga lebih praktis dan cepat.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar