Judul yang Memilukan: Isi Surat Perpisahan Bocah SD di Ngada NTT yang Mengakhiri Hidup

Selasa, 3 Februari 2026 – 18:46 WIB

Ngada, VIVA – Seorang murid kelas 4 SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia tergantung di pohon cengkih setinggi 15 meter pada Kamis, 29 Januari 2026.

Baca Juga :


Tak Ada di Sel Saat Alarm Blok, Warga Binaan Rutan Cipinang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Polisi menemukan sehelai surat tulisan tangan saat mengevakuasi korban yang berinisial YB dan berumur 10 tahun itu.

Menurut unggahan di akun X @Justinf0verif, surat tersebut ditulis YB memakai Bahasa daerah. Isi suratnya menunjukan kekecewaan korban terhadap ibunya.

Baca Juga :


Kapolda NTT: Tragedi KM Putri Sakinah Pelajaran Wujudkan Pariwisata Aman

Korban menyebut ibunya sangat pelit, lalu ia menyampaikan kata-kata perpisahan, dan meminta ibunya untuk tidak menangis. Di surat itu juga ada gambar seorang anak laki-lagi yang sedang menangis.

Baca Juga :


Isi Surat Mahasiswi Unima yang Tewas Tergantung di Kos, Ngaku Dilecehkan Dosen

Ini isi surat YB untuk ibunya:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Waktu dikonfirmasi media, Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort membenarkan kalo surat itu ditulis oleh korban.

“Surat itu benar, anak itu yang nulisnya,” kata Benediktus Selasa, 3 Februari 2026.

Penyebab korban nekat melakukan hal itu belum diketahui. Tapi, beredar informasi kalo korban kecewa karena tidak dibelikan buku sama ibunya.

MEMBACA  Pemerintah menyiapkan sistem keamanan cyber untuk mendukung transformasi digital

“Sebelum bunuh diri, korban pernah minta uang ke ibunya untuk beli buku sama pena. Tapi, permintaanya tidak dikabulin karena ibunya tidak punya uang,” tulis akun @Justinf0verif.

YB sehari-hari tinggal sama neneknya di pondok yang tidak jauh dari pohon cengkih tempat dia ditemukan.

Malam sebelum kejadian, korban sempat menginap di rumah orang tuanya di desa sebelah. Daripada pergi ke sekolah, pagi harinya korban malah pulang ke pondok untuk gantung diri.

Saat kejadian, nenek korban tidak ada di pondok. Neneknya sedang di rumah tetangga. Sang nenek baru tahu cucunya meninggal setelah diberitahu warga.

Halaman Selanjutnya

Korban ditemukan tergantung sama warga. Saat itu warga mau menitipkan ternaknya ke nenek korban.

Tinggalkan komentar