Senin, 2 Februari 2026 – 16:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal kelompok yang sering mengkritik dan memicu aksi demonstrasi destruktif di Indonesia. Ia menduga kelompok tersebut berada dibawah kendali kekuatan asing. Prabowo menegaskan, perbedaan sikap politik itu sah, tapi tidak boleh merusak kepentingan bangsa.
Pernyataan ini disampaikannya dalam pidato di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor. Ia menegaskan, pihak yang tidak suka dengan kepemimpinannya dipersilakan untuk berkompetisi secara demokratis di Pilpres 2029.
"Kalau saudara tidak suka sama Prabowo, silakan. 2029 bertarung. Tapi jangan karena tidak suka dengan 2–3 orang lalu merusak seluruh bangsa," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden memaparkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilainya sudah memberikan dampak nyata dan kini menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Targetnya akan naik jadi 82 juta penerima paling lambat Desember 2026.
Pelaksanakaan MBG didukung oleh 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Keberadaan dapur-dapur ini disebut telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja langsung. Program ini juga melibatkan banyak pemasok bahan pangan di tingkat desa.
"Saya buktikan kepada saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja, hanya dari MBG. Tapi masih ada tuduhan untuk menjelekkan kita sebagai bangsa,” kata dia.
Prabowo menilai sikap saling mencela dan demonstrasi yang berujung kerusuhan tidak akan menciptakan lapangan kerja. Demonstrasi boleh sesuai hukum, tapi aksi bakar-bakar dan kekerasan adalah tindak pidana yang membahayakan negara.
"Demo boleh, tapi yang mereka harapkan bukan demo, yang mereka harapkan kerusuhan. Kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, bom molotov, itu pidana," tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa kelompok-kelompok yang sering memicu aksi destruktif tersebut, sadar atau tidak, diduga dikendalikan oleh kekuatan asing.