Ulasan TV Samsung S90F QD-OLED: Sempurna dari Segala Arah

Saya masih memiliki beberapa keluhan, dimulai dari TV ini yang terus-menerus mendorong layanan TV beriklan milik Samsung, Samsung TV Plus. Layanan tersebut langsung aktif secara default saat startup, memaksa saya menyelami Pengaturan Lanjutan dan menonaktifkannya di bawah Opsi Startup. Meski begitu, TV sempat beberapa kali memutar The Fairly Odd Parents saat dinyalakan, sebelum akhirnya berhenti dengan sendirinya.

Tizen juga ternyata melakukan pemindaian otomatis untuk saluran OTA antenna, membuat saya bingung cara melakukan pemindaian ulang. Sementara itu, kurangnya dukungan ATSC 3.0 pada S90F berarti Anda tidak akan mendapatkan saluran Nextgen dengan fitur seperti HDR. Keanehan terakhir adalah sistem HDMI CEC Anynet pada TV, yang dirancang untuk berinteraksi dengan perangkat terhubung, berperilaku tak menentu. Sistem ini terkadang menghidupkan player Blu-ray Panasonic DP-UB9000 atau PS5 tanpa perintah, dan di lain waktu mengabaikannya sama sekali.

Game Hub Samsung tetaplah favorit saya, menawarkan banyak layanan cloud gaming, ditambah game bar yang mudah diakses untuk penyesuaian cepat. Saya sangat menikmati bermain game di TV ini, mulai dari pulau berangin dalam Ghost of Tsushima hingga kekacauan multi-level yang hiper-vibrant di Astrobot.

Meski tab Pengaturan masih terpisah secara aneh, Samsung membuat pengaturan gambar menjadi sangat mudah. Bagi yang menginginkan gambar paling akurat, ada dua pilihan: Mode Movie atau Filmmaker. Mode terakhir menawarkan pengaturan yang sangat akurat sehingga saya hampir tidak melakukan perubahan apapun untuk video SDR atau HDR (High Dynamic Range). Seperti biasa, Samsung tidak menyertakan dukungan untuk Dolby Vision HDR, dan fokus pada standar HDR10 serta alternatif Dolby, yaitu HDR10+.

Hal-Hal Kecil yang Mengganggu

Foto: Ryan Waniata

Saya menyiapkan S90F di tengah-tengah cuti parental, sehingga punya banyak waktu untuk menonton TV berkualitas. Seperti yang sempat saya singgung, TV ini tidak langsung membuat saya terpukau seperti LG G5, Panasonic Z95B, atau Sony Bravia 8 II yang saya uji, atau Samsung S95F yang membuat editor saya kagum. Hal pertama yang benar-benar mencuri perhatian saya adalah Disney’s Skeleton Crew. Serial ini menampilkan bintang gemerlap dan planet berkilau di kedalaman angkasa yang memang menjadi keunggulan TV OLED, namun terpaksa dihentikan karena tanpa alasan yang jelas selalu membangunkan bayi kami yang sedang tidur setiap kali diputar.

MEMBACA  Tulsi Gabbard Menggunakan Kembali Kata Sandi Lemah yang Sama pada Berbagai Akun selama Bertahun-tahun

Tinggalkan komentar