Armada Trump Berjaga di Depan Iran, Apa yang Mengintai?

loading…

Armada Trump di depan pintu Iran. Foto/X

TEHERAN – Kekuatan militer Amerika Serikat – termasuk kapal induk, pesawat tempur, dan sistem pertahanan udara – telah berkumpul di Timur Tengah. Ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berjanji akan memberikan “bantuan yang sedang diperjalan” kepada para pengunjuk rasa di Iran.

Pengumpulan pasukan ini terjadi saat Iran dilanda protes keras yang luas. Pemicunya adalah kesulitan ekonomi, inflasi tinggi, penurunan nilai rial Iran, dan juga kelangkaan listrik. Pemerintah Iran menyalahkan kerusuhan ini pada campur tangan AS dan Israel. Mereka menyebutkan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 3.000 orang, termasuk hampir 700 orang.

Trump kemudian meningkatkan retorikanya. Dia mengatakan pada Senin bahwa “armada besar” sedang bergerak ke wilayah itu dan kini sudah dekat dengan Iran. Laporan media sebelumnya menyebutkan presiden AS hampir menyetujui serangan militer ke Iran awal bulan ini, tetapi dihentikan oleh beberapa mitra Timur Tengah Washington.

Iran telah memperingatkan bahwa mereka akan anggap setiap serangan AS sebagai tindakan “perang total.”

Berikut ini hal-hal yang kita ketahui tentang pasukan AS yang dikirim kembali ke Timur Tengah.

1. Armada yang Bergerak

Menurut RT, inti dari kehadiran militer AS di wilayah itu sekarang adalah kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak rudal yang dipindahkan dari wilayah Asia-Pasifik. Kapal induk itu dapat membawa hingga 90 pesawat, termasuk pesawat tempur F-35 dan F/A-18, serta jet perang elektronik EA-18G Growler. Menurut Wall Street Journal, tiga kapal perusak yang menyertainya dapat meluncurkan rudal Tomahawk jarak jauh, selain senjata-senjata lain.

Selain itu, AS telah memindahkan skuadron F-15E Strike Eagle dari pangkalan di Inggris ke wilayah tersebut. Beberapa laporan menyebut mereka beroperasi dari Yordania.

MEMBACA  Pencarian 15 Hari untuk Warga Spanyol yang Hilang di Labuan Bajo Dinyatakan Berakhir

Tinggalkan komentar