Rabu, 28 Januari 2026 – 08:50 WIB
Jakarta, VIVA – Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik secara umum menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu 28 Januari 2026. Penguatan ini ikut dari indeks utama Korea Selatan yang mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa.
Baca Juga :
Purbaya: Penguatan Rupiah Bukan Hanya Karena Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Pemerintah Australia rencananya akan merilis data inflasi untuk kuartal IV-2025 hari ini. Inflasi inti diprediksi akan naik mencapai 3,6 persen, menjadi level tertinggi dalam enam kuartal terakhir.
Mengutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Korea Selatan, yaitu Kospi dan Kosdaq, terus menunjukkan kenaikan yang tajam. Kedua indeks ini membuat rekor tertinggi baru dengan masing-masing menguat 1,27 persen dan 1,55 persen di awal sesi.
Baca Juga :
Bursa Asia Dibuka Fluktuatif, Saham Otomotif Korsel Rontok Diterpa Ancaman Tarif Trump
Ilustrasi Indeks Wall Street.
Indeks utama Australia, S&P/ASX 200, juga terus naik untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Indeks ini melonjak sebanyak 0,12 persen.
Baca Juga :
IHSG Dibuka Memerah dan Berpotensi Lanjut Menguat saat Bursa Asia-Pasifik Bergerak Variatif
Sementara itu, pasar Jepang terlihat berbeda dari kawasan Asia lainnya. Indeks Nikkei 225 turun 0,79 persen dan indeks Topix melemah 0,97 persen.
Di Wall Street, penutupan pasar beragam. Nasdaq Composite melonjak 0,91 persen, sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 408,99 poin atau 0,83 persen ke level 49.003,4.
Indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru dengan kenaikan 0,41 persen menjadi 6.78,60. Pencapaian ini didorong oleh kenaikan saham Apple dan Microsoft.
Kontrak berjangka S&P 500 hampir tidak berubah jelang pengumuman suku bunga dari Federal Reserve AS (The Fed) dan laporan laba dari perusahaan-perusahaan teknologi besar.
Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen. Di sisi lain, para pelaku pasar akan mencermati petunjuk tentang arah kebijakan moneter jangka panjang.
IHSG Diprediksi Naik Uji Level 9.100, Intip 5 Saham Rekomendasi Saham Analis Potensial Cuan Pilihan Analis
IHSG diproyeksi melanjutkan kenaikan untuk kembali menguji titik resistance terdekatnya pada sesi perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. IHSG ditutup naik tipis 0,5 persen.
VIVA.co.id
28 Januari 2026