Meski Sudah Lama, Toyota Tak Mau “Pensiunkan” Innova Reborn

Selasa, 27 Januari 2026 – 13:28 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah pergeseran industri otomotif yang menuju elektrifikasi dan hadirnya generasi baru Innova Zenix, Toyota menegaskan bahwa Innova Reborn belum akan ditinggalkan. Model bermesin diesel tersebut dipastikan akan tetap dipertahankan selama masih relevan dan di butuhkan oleh konsumen Indonesia.

Baca Juga:
3 Mobil Baru dari China Terpantau di Indonesia

Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Henry Tanoto. Ia mengatakan bahwa keputusan untuk mempertahankan Innova Reborn sepenuhnya berdasarkan kebutuhan pasar, bukan hanya tren teknologi.
“Selama masih banyak pelanggan yang merasa Innova Reborn cocok untuk kebutuhan mereka, tentu kami akan pertahankan,” ujar Henry di Jakarta belum lama ini.

Baca Juga:
Daftar Mobil Baru Cicilan Rp2 Jutaan Januari 2026

Menurutnya, karakter pasar otomotif Indonesia sangat beragam, dari sisi geografis, kondisi jalan, hingga kebutuhan penggunaan. Hal ini yang membuat Innova Reborn tetap punya basis konsumen kuat, meski Toyota sudah menghadirkan Zenix dengan teknologi lebih modern.
Henry menjelaskan, Innova Reborn masih diminati karena menawarkan mesin diesel, penggerak roda belakang, serta konstruksi yang dianggap tangguh untuk berbagai kondisi. Faktor-faktor ini jadi alasan utama model ini masih banyak dipakai, terutama di luar Pulau Jawa.

Baca Juga:
Toyota Kunci Harga Veloz Hybrid

“Banyak konsumen yang masih membutuhkan diesel, membutuhkan torsi besar, penggerak roda belakang, dan kemampuan membawa beban. Itu semua masih bisa dipenuhi oleh Innova Reborn,” katanya.
Toyota mencatat bahwa persebaran pengguna Innova Reborn cukup signifikan di wilayah seperti Sumatera, Sulawesi, hingga Jawa bagian timur. Di sana, kebutuhan akan kendaraan yang mampu menghadapi medan bervariasi tetap jadi pertimbangan utama dalam memilih mobil keluarga.
Di sisi lain, Henry menegaskan bahwa kehadiran Zenix bukan untuk menggantikan Reborn secara langsung, melainkan untuk melengkapi pilihan konsumen. Dengan kata lain, kedua model ini saat ini berjalan berdampingan dan menyasar kebutuhan yang berbeda.
“Ini bukan soal model lama atau baru, tapi soal kebutuhan. Selama pasar masih membutuhkan, kami akan terus menyediakan pilihannya,” tuturnya.
Toyota pun menegaskan tidak akan terburu-buru menghentikan produksi hanya karena faktor usia model. Selama permintaan masih ada dan produk tersebut memberi manfaat nyata, Innova Reborn akan tetap menjadi bagian dari lini produk Toyota di Indonesia.

MEMBACA  Kebangkitan Nosferatu Memakan Waktu Lama

Halaman Selanjutnya
Dengan pendekatan yang berorientasi pada konsumen, Toyota menilai keberlangsungan Innova Reborn menjadi bukti bahwa transisi menuju elektrifikasi di Indonesia berlangsung secara bertahap. Kebutuhan riil masyarakat tetap menjadi fondasi utama dalam menentukan arah strategi produk ke depan.

Tinggalkan komentar