Singapura Diprediksi Pertahankan Kebijakan Moneter Seiring Pertumbuhan Ekonomi yang Melampaui Ekspektasi

Oleh Jun Yuan Yong

SINGAPURA, 26 Jan (Reuters) – Singapura diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan moneter pada review hari Kamis. Pertumbuhan ekonomi didukung oleh permintaan ekspor semikonduktor yang kuat dan inflasi yang terkendali.

Dari 16 analis yang diwawancarai Reuters, 15 memperkirakan Otoritas Moneter Singapura (MAS) tidak akan melakukan perubahan minggu ini. MAS tidak mengubah pengaturan pada Juli dan Oktober tahun lalu, setelah melonggarkan di Januari dan April.

PDB Singapura naik 4,8% di tahun 2025, lebih tinggi dari perkiraan pemerintah bulan November sekitar 4,0% dan perkiraan sebelumnya 1,5% hingga 2,5%.

Indeks manajer pembelian elektronik Singapura yang kuat di angka 50,9 pada Desember menunjukkan siklus teknologi tetap bertenaga, kata analis Tay Qi Hang dari Economist Intelligence Unit Asia.

Permintaan terkait AI dan kenaikan harga chip memori akan terus menguntungkan sektor semikonduktor dalam bulan-bulan mendatang, katanya.

“Pertumbuhan Q4 2025 yang baik ditambah inflasi inti stabil di sedikit di atas 1% pada November telah mengurangi tekanan untuk melonggarkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Kepala ekonom Standard Chartered Edward Lee mengatakan tidak ada urgensi untuk bertindak bulan ini karena inflasi terkontrol.

Namun, Lee mengatakan dia mengharapkan MAS akan mengencangkan kebijakan pada review April, seiring siklus inflasi membaik dan ketidakpastian perdagangan berkurang.

Tetapi, ekonom Bank of America mengatakan dalam laporan Jumat bahwa MAS bisa mengencangkan kebijakan pada review Kamis ini, karena ada tanda-tanda inflasi menguat setelah data Desember, yang juga dirilis Jumat.

Mereka mengatakan MAS bisa menaikkan perkiraan rentang inflasi inti untuk 2026 sebesar 50 basis poin menjadi 1% hingga 2%, dari rentang perkiraan saat ini 0,5% hingga 1,5%.

MEMBACA  Satu Tahun Perang Sipil di Sudan: Apa yang Kita Ketahui Tentang Konflik tersebut

Para ekonom mencatat data menunjukkan kenaikan harga komponen terkait perjalanan dan lainnya lebih dari mengimbangi penurunan harga bahan makanan dan minuman mentah.

MAS akan memperbarui perkiraan inflasinya dalam pernyataan kebijakan moneter hari Kamis.

Singapura mengelola kondisi moneter dengan membiarkan dolar Singapura naik atau turun terhadap mata uang mitra dagang utamanya dalam suatu pita perdagangan rahasia, yang dikenal sebagai S$NEER.

Pengaturan disesuaikan melalui tiga tuas: kemiringan, titik tengah, dan lebar pita.

Bank-bank sentral besar diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap dalam waktu dekat, meski ketidakpastian tentang independensi Federal Reserve AS tetap menjadi perhatian pasar keuangan.

Federal Reserve yang terbelah memotong suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Desember, tetapi memberi sinyal pelonggaran akan dijeda sambil menunggu kejelasan tentang pasar tenaga kerja, inflasi, dan ekonomi.

Tinggalkan komentar