Uji 6 Perangkat Mikroarus Selama 2 Bulan, Inilah yang Terbaik untuk Kulit Kencang di 2026

Skin Gym Microcurrent Wand: Sayangnya, perangkat ini tidak memiliki persetujuan FDA, sehingga saya tidak nyaman untuk merekomendasikannya. Jika Anda membelinya, berhati-hatilah dengan tingkat intensitas dan area sekitar mata, karena sempat menimbulkan bintik-bintik pada penglihatan saya saat pemakaian. Petunjuk penggunaan tidak menyebutkan apa pun tentang pengaplikasian di sisi leher, jadi saya menghindari area tersebut. Alat ini juga memerlukan baterai dan tidak dapat diisi ulang, yang menurut saya kurang ideal. Secara fisik, alat ini terasa lebih ringan dan murahan dibandingkan perangkat lain, yang wajar mengingat harganya $99. Soal gel konduktif, seperti kebanyakan yang saya uji, gelnya tidak bertahan selama perawatan penuh.

Medicube Age-R Booster Pro: Meski saya menikmati penggunaan dan desainnya yang bagus, perangkat ini juga tidak berlisensi FDA. Kemungkinan karena dibuat di Korea, bukan AS. Fungsinya adalah untuk menciptakan tampilan kulit kaca (*glass skin*). Terdapat empat mode, masing-masing dengan lima level intensitas: Booster (elektroporasi untuk kulit bercahaya), MC (microcurrent untuk mengisi garis), Derma Shot (stimulasi otot listrik untuk kontur wajah), dan Air Shot (*electric needles* untuk mengencangkan pori). Juga tersedia terapi cahaya LED. Saya berharap ada informasi lebih rinci tentang efek spesifik setiap mode. Alhasil, saya harus riset mandiri agar merasa aman dan percaya diri saat menggunakannya.

Khusus untuk mode microcurrent, diklaim tidak perlu gel konduktif dan bisa pakai *skincare* biasa, tapi pengalaman saya berbeda. Jika memakai pelembab biasa, teksturnya tidak cukup licin dan tahan lama untuk perawatan. Saya mulai dari intensitas level satu dan meningkatkannya, namun sensasinya cukup kuat sehingga menurut saya tetap perlu gel konktuktif, akhirnya saya pakai gel merk ZIIP. Hati-hati di area mata pada intensitas tinggi.

MEMBACA  Uji Coba Nothing Headphone (1): Review Impresi Pertama

Soal aplikasi AGE-R, tersedia kalender pelacakan, monitor progres visual, video panduan, dan pengaturan perangkat yang dipersonalisasi. Namun, video panduan yang disebut “Shorts” lebih mirip konten media sosial; saya harap lebih terkurasi dan disertai instruksi suara yang spesifik.

Saya menyukai desainnya yang memiliki layar, mudah digenggam dan digerakkan di wajah. Terdapat juga suara yang menyebutkan mode, intensitas, dan durasi perawatan—fitur aksesibilitas yang sangat berguna. Tidak perlu *stand* karena alat bisa berdiri sendiri, dan saya suka pengisian daya yang terhubung di bagian atas sehingga tetap bisa berdiri di meja saat dicas.

Sebuah video TikTok yang viral baru-baru ini menyebut perangkat ini dapat menyebabkan *Bell’s palsy*, yaitu kelumpuhan atau kelemahan pada satu sisi wajah akibat kerusakan saraf. Medicube telah memberikan tanggapan, menyebut klaim tersebut “menyesatkan” dan menyatakan bahwa stimulasi listrik perangkat tidak dapat menyebabkan kerusakan saraf karena beroperasi pada output rendah antara 7mA dan 14mA, lebih rendah dari perangkat lain sehingga tidak mungkin mengakibatkan kerusakan saraf atau kelumpuhan.

Tinggalkan komentar