WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Suasana duka yang dalam menyelimuti Aula Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) di Pasar Minggu, Jakarta, pada Kamis (22/1). Saat itu, jajaran Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan upacara persemayaman untuk almarhum Deden Maulana.
Deden adalah pegawai KKP yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Upacara berjalan khidmat sejak pagi. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar almarhum, teman-teman sekerja, serta pimpinan dan staf KKP.
Banyak karangan bunga duka cita memenuhi aula, menunjukkan rasa kehilangan yang besar atas kepergian seseorang yang dikenal sangat dedikasi dalam tugas pengawasan laut dan perikanan.
Salah satu momen paling mengharukan adalah ketika anak almarhum, Asensio Maulana, maju ke depan untuk melantunkan ayat dari Al-Qur’an.
Dengan suara yang bergetar tapi kuat, Asensio membacakan Surah Al-Insyirah.
Ayat-ayat dalam surah itu berisi pesan tentang kelapangan hati, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Hal ini seperti memberikan kekuatan untuk keluarga dan semua tamu yang hadir dalam suasana sedih.
Banyak pelayat yang tidak bisa menahan tangis saat lantunan ayat suci itu terdengar di dalam aula.
Banyak rekan kerjanya menundukan kepala, mengenang Deden sebagai pribadi yang sederhana, profesional, dan punya komitmen tinggi pada tugas negara.
Bagi keluarga besar PSDKP KKP, kepergian Deden bukan cuma kehilangan rekan kerja, tapi juga kehilangan bagian dari keluarga mereka.
Deden Maulana termasuk satu dari sepuluh korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT yang terjadi pada Sabtu (17/1).
Pesawat itu jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, yang dikenal medannya terjal dan cuacanya sering berubah-ubah.
Peristiwa ini meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya untuk keluarga korban, tapi juga untuk institusi dan masyarakat.
Melalui upacara persemayaman ini, KKP menyampaikan penghormatan terakhir dan doa terbaik untuk almarhum.
Keluarga besar kementerian berharap dedikasi dan pengabdian Deden Maulana selama bertugas bisa menjadi contoh, sementara keluarganya yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa-masa berduka ini.