Kamis, 22 Januari 2026 – 16:30 WIB
Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan keinginannya untuk mendapatkan Greenland, tetapi menepis penggunaan kekuatan untuk mewujudkannya.
Baca Juga :
Trump Tawarkan Uang Rp 17 Miliar kepada Setiap Penduduk Greenland yang Mau Gabung AS
Trump menginginkan agar AS dapat mengakuisisi wilayah otonom milik Denmark itu dengan dalih keamanan nasional di tengah meningkatnya pengaruh China dan Rusia.
Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Rabu 21 Januari, Trump menyatakan banyak negara sangat bergantung pada AS untuk perdamaian dan kemakmuran. Ia mendaku kebijakan luar negeri dan ekonomi AS sejak kembali menjabat setahun lalu telah menjaga reputasi tersebut.
Baca Juga :
Perdana, Iran Rilis Korban Tewas Demo Anti-Pemerintah Tembus 3.117 Orang
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
"Kami mungkin tak akan mendapatkan apa pun kecuali saya memutuskan untuk menggunakan kekuatan dan tekanan berlebihan, yang sejujurnya tak akan bisa kami hentikan," kata Trump.
Baca Juga :
Cabut Sanksi Tarif ke Eropa, Ini Deal Presiden Trump dengan NATO soal Greenland
"Namun, saya tak akan melakukan itu. Sekarang semua orang berkata, ‘Oh, bagus.’ Itu mungkin pernyataan terbesar yang saya buat, karena orang-orang mengira saya akan menggunakan kekuatan."
"Saya tak harus menggunakan kekuatan. Saya tidak ingin menggunakan kekuatan. Saya tidak akan menggunakan kekuatan," kata Trump, sembari mengkritik lagi negara-negara Eropa yang menentang ambisinya atas Greenland.
Ia juga mendesak NATO agar mengizinkan AS melakukan "negosiasi segera" untuk mencaplok pulau terbesar di dunia itu.
Dalam pidatonya yang panjang, Trump juga memuji dirinya sendiri di berbagai bidang lain. Ia mengeklaim "kesepakatan perdagangan bersejarah" dengan Jepang, negara-negara Eropa, dan Korea Selatan telah mendorong kenaikan pasar saham dan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan kesuksesan itu tidak hanya dirasakan di Amerika Serikat, "tetapi juga di hampir setiap negara yang datang untuk membuat kesepakatan karena, seperti yang Anda ketahui, ketika Amerika Serikat naik, Anda akan mengikuti. Itu benar-benar telah menjadi pola."
Dalam sesi tanya jawab setelah pidato, Trump juga menyebut dirinya memiliki "hubungan yang sangat baik" dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, yang disebutnya sebagai "pria luar biasa".
"Apa yang telah ia lakukan sungguh menakjubkan. Ia sangat dihormati oleh semua orang," kata Trump tentang Xi ketika ditanya soal hubungan AS-China ke depan. (Ant)
Putin Bakal Kirim Rp 17 Triliun ke Dewan Perdamaian Bentukan Trump
Rusia akan menanggapi usulan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian setelah kementerian luar negerinya mempelajari beberapa dokumen dan berkonsultasi dengan mitra-mitra.
VIVA.co.id
22 Januari 2026