Tiga Proyek Strategis Indonesia yang Dipromosikan Danantara pada WEF 2026

Rabu, 21 Januari 2026 – 10:26 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mempromosikan tiga proyek investasi unggulan Indonesia di ajang World Economic Forum (WEF) 2026. Proyek-proyek itu adalah pengolahan limbah jadi energi (waste-to-energy), pembangunan Kampung Haji, dan pengembangan produk obat turunan plasma.

Baca Juga:
Jejak Sejarah Skema Ponzi, Modus Penipuan Abad ke-19 yang Masih Makan Korban di Era Modern

Managing Director Investasi Danantara Indonesia, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menyampaikan dalam sesi diskusi panel di Davos, Swiss, Selasa, bahwa ketiga proyek tersebut termasuk dalam 30-40 kerja sama investasi yang sedang dikembangkan oleh pihaknya.

“Apa yang kami ingin capai dalam 1-2 tahun ke depan, yang pertama, kami mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy) berskala nasional,” kata Stefanus, seperti dilihat melalui kanal YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi dari Jakarta, dikutip Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga:
Jejak Karier Timothy Ronald, Sosok ‘Raja Kripto’ yang Kini Terseret Dugaan Kasus Penipuan

Dia mengatakan, proyek tersebut ditargetkan untuk diimplementasikan di 30 kota di seluruh Indonesia, mengingat pengelolaan sampah kini menjadi persoalan penting untuk diselesaikan, terutama di berbagai kota besar. Pihaknya telah berdiskusi dengan Kamar Dagang Swiss (Swiss Chamber of Commerce) mengenai potensi kerja sama dalam proyek ini.

“Melalui investasi ini, kami ingin mengatasi masalah sampah dan lingkungan di Indonesia, sekaligus mengajak operator global untuk berinvestasi, sehingga (waste-to-energy) ini bisa menjadi bisnis yang berkelanjutan dengan hasil yang baik,” ujar Stefanus.

Baca Juga:
Banyak Filantropi, WEF Jadi Momen Strategi RI Tarik Investasi Hijau

Proyek kedua terkait sektor kesehatan, yaitu pengembangan produk obat turunan plasma (plasma-derived medicinal products) berbasis plasma darah manusia. Kemudian, inisiatif ketiga adalah proyek Kampung Haji di Mekah, Arab Saudi.

MEMBACA  Airlangga Optimistis Transaksi Trade Expo Indonesia 2025 Mencapai US$16,5 Miliar

Stefanus menyatakan, pihaknya telah mulai berinvestasi pada sejumlah lokasi di Mekah untuk mengembangkan fasilitas yang melayani jemaah haji dan umrah dari Indonesia. "Proyek ini penting karena kami mengirim jumlah jemaah umrah dan haji terbesar ke Arab Saudi, dan kini kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan Kampung Haji guna memberikan pengalaman yang lebih berkualitas," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebutkan kehadiran Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi konsisten diplomasi ekonomi pemerintah di tingkat internasional untuk memacu daya saing berbagai sektor perekonomian nasional.

Halaman Selanjutnya

Partisipasi Indonesia dalam forum yang digelar pada 19-22 Januari 2026 tersebut melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. (Ant)

Tinggalkan komentar