loading…
Prancis melawan usai Presiden AS Donald Trump kenakan tarif 25% kepada 8 negara NATO Eropa karena menentang Amerika mencaplok Greenland. Foto/X @ EmmanuelMacron
PARIS – Prancis jadi negara pertama dari delapan anggota NATO yang menentang pengenaan tarif 25% oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tarif ini dikenakan setelah delapan negara NATO Eropa itu menentang usaha Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom dari Kerajaan Denmark.
Penolakan dari Prancis diungkapkan oleh Presiden Emmanuel Macron, yang berjanji akan memberikan tanggapan yang “bersatu dan terkoordinasi” terhadap aksi Trump.
Baca Juga: Trump Kenakan Tarif 25% pada 8 Negara NATO karena Menentang AS Mencaplok Greenland
Tarif dari AS, yang diumumkan Trump pada hari Sabtu, menarget Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia. Tarif ini akan mulai berlaku tanggal 1 Februari sebesar 10% dan akan naik menjadi 25% pada bulan Juni, serta tetap berlaku sampai “pembelian yang lengkap dan menyeluruh” atas wilayah Greenland tercapai.
“Prancis berkomitmen pada kedaulatan dan kemerdekaan bangsa-bangsa, di Eropa dan di tempat lain,” tulis Macron di X, Minggu (18/1/2026).
“Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan mempengaruhi kamiābaik di Ukraina, di Greenland, ataupun di mana saja di dunia,” lanjut Macron.
“Ancaman tarif tidak dapat diterima dan tidak punya tempat dalam konteks ini. Eropa akan merespon secara bersatu dan terkoordinasi jika hal itu terbukti. Kami akan pastikan bahwa kedaulatan Eropa di tegakkan,” tambahnya.
Negara-negara NATO yang jadi target tarif Trump baru-baru ini bergabung dengan Denmark dalam mengirim kontingen militer kecil ke Greenland, sebuah langkah yang diartikan sebagai penguatan simbolis kedaulatan pulau itu saat ini.