Jakarta (ANTARA) – Badan SAR Nasional (Basarnas) mengkonfirmasi bahwa pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang pada Sabtu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, membawa 11 orang.
Edy Prakoso, Direktur Operasi Basarnas, menyatakan pesawat tersebut hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan.
“Pesawat mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 awak kabin dan 3 penumpang. Kontak terakhir pesawat tercatat pada pukul 13.17 waktu setempat,” jelasnya.
Mengkonfirmasi data dari AirNav Indonesia, ia mengatakan posisi terakhir pesawat terdeteksi di koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT, sekitar wilayah Leang-Leang di Kabupaten Maros.
Prakoso menyebutkan kantor SAR Makassar segera mengerahkan tim pencariannya setelah menerima laporan pesawat hilang dari AirNav Indonesia.
Sebanyak 25 personel yang diterjunkan dibagi menjadi tiga kelompok untuk mencari pesawat bernomor registrasi PK-THT itu, tambahnya.
“Personel sedang dalam perjalanan menuju titik terakhir yang teridentifikasi di Leang-Leang,” ujarnya.
Untuk operasi ini, tim SAR dilengkapi dengan satu truk personel, satu kendaraan penyelamat, dan satu unit drone untuk pencarian udara.
Operasi pencarian masih berlangsung, dan Basarnas akan melanjutkan operasi secara intensif hingga kondisi pesawat beserta penumpangnya diketahui, pungkas Prakoso.
Berita terkait:
- Pesawat Rimbun Air Ditemukan di Ketinggian 2.400 Meter di Bilogai
- Pesawat Susi Air Hilang Kontak Saat Penerbangan ke Timika
- Serpihan Pesawat dan Kabel Ditemukan di Perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu
Penerjemah: Riezko Bima Elko, Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026