Mantan Juara Olimpiade Prancis Agnel Hadapi Pengadilan Kasus Pemerkosaan Setelah Banding Ditolak

Yannick Agnel, Peraih Dua Emas Olimpiade Renang untuk Prancis, Akan Hadapi Sidang Kasus Pemerkosaan

Dipublikasikan pada 15 Jan 2026

Yannick Agnel, perenang Prancis peraih dua medali emas Olimpiade, harus menjalani persidangan atas dakwaan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 13 tahun setelah bandingnya ditolak pada Kamis.

Pada Mei lalu, pengacara Agnel mengajukan banding atas keputusan agar kliennya yang berusia 33 tahun itu diadili. Namun, pengadilan banding di Colmar, Prancis timur laut, menolak permohonan tersebut dan memerintahkan agar sidang dilanjutkan.

Agnel, yang meraih dua emas di Olimpiade London 2012, diduga memiliki hubungan dengan gadis tersebut yang saat itu berusia 13 tahun pada 2016. Agnel selalu bersikeras bahwa hubungan itu didasari suka sama suka dan penuh kasih.

Menurut penuntut umum, kejadian yang disangkakan berlangsung antara 31 Desember 2015 hingga 31 Agustus 2016 di berbagai lokasi, termasuk Mulhouse, Thailand, dan Tenerife. Penyidikan mengarah pada penunjukan Agnel sebagai tersangka lima bulan kemudian, pada Desember 2021.

Agnel senantiasa membantah telah menggunakan pengaruh atau kontrol atas remaja tersebut. Jaksa penuntut umum pada waktu itu, Edwige Roux-Morizot, berpendapat bahwa "fakta-fakta tersebut membentuk dakwaan pemerkosaan dan pelecehan seksual mengingat perbedaan usia, karena sistem peradilan menganggap terdapat paksaan moral yang nyata."

Pada Juli 2024, sang perenang yang telah pensiun sejak 2016, menghadiri pertemuan dengan penggugatnya—kini berusia awal 20-an—atas permintaannya sendiri.

Agnel mulai dikenal secara internasional di Kejuaraan Eropa 2010 saat ia memenangkan emas nomor 400 meter gaya bebas sekaligus mencatatkan rekor Prancis dan kejuaraan yang baru. Dua tahun kemudian, ia bersinar di Olimpiade London dengan meraih emas pada 200m gaya bebas dan estafet 4x100m gaya bebas, serta perak pada estafet 4x200m gaya bebas. Ia kembali mengumpulkan medali emas pada dua nomor yang sama di kejuaraan dunia 2013.

MEMBACA  AS mengirimkan sistem anti-rudal Thaad ke Israel setelah serangan Iran

Agnel lolos kualifikasi untuk Olimpiade Rio 2016 untuk mempertahankan gelar 200m gaya bebasnya, namun gagal melaju dari babak penyisihan dan mengumumkan pensiun dari dunia renang tak lama setelahnya.

Cerita yang Direkomendasikan
(Daftar 4 item)

Tinggalkan komentar