Dianggap Penyebab Kenaikan Berat, 5 Minuman Ini Justru Bersahabat dengan Program Diet!

Jumat, 16 Januari 2026 – 00:10 WIB

VIVA – Memilih makanan dan minuman saat menjalani program diet seringkali bikin bingung. Banyak informasi yang bertentangan, tren diet yang selalu berganti, dan klaim dari influencer media sosial membuat orang berpikir hanya air putih yang boleh diminum untuk turunkan berat badan.

Baca Juga:
Mengintip Tren Kuliner 2026, Camilan Keju Hingga Minuman Matcha Gimana Nasibnya?

Padahal, pola pikir yang hitam-putih justru bisa menggagalkan diet, terutama buat mereka yang suka minum jus saat sarapan atau susu dengan sereal. Pendekatan nutrisi yang berkelanjutan tidak melarang satu jenis makanan atau minuman secara mutlak.

Menurut ahli gizi, beberapa minuman yang sering dianggap “buruk” ternyata masih bisa masuk dalam program diet jika dikonsumsi dengan bijak. Scroll untuk info selanjutnya!

Baca Juga:
Lagi Program Diet? Catat 4 Sumber Protein yang Sebaiknya Dihindari

1. Susu Sapi

Susu sapi sering dibilang bikin gemuk karena ada gulanya, tapi penelitian malah menunjukkan hal sebaliknya. Salah satu studi menemukan bahwa minum susu full cream justru dikaitkan dengan berat badan dan risiko obesitas yang lebih rendah.

“Susu punya banyak manfaat. Protein berkualitas tinggi dalam susu, seperti leusin, bisa merangsang pertumbuhan otot. Ini membantu mempertahankan massa otot tanpa lemak,” kata ahli gizi olahraga Sarah Koszyk, seperti dikutip dari Eating Well. “Saat orang diet, mereka ingin menjaga otot dan membakar lemak.”

Contohnya, satu gelas susu skim mengandung sekitar 8 gram protein dengan hanya 90 kalori. Susu bisa dinikmati sebagai cemilan, campuran smoothie, atau minum dengan sereal tanpa perlu merasa bersalah.

2. Susu Kedelai Fortifikasi

Produk dari kedelai, termasuk susu kedelai, juga bisa jadi bagian dari rencana diet. Tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa asupan protein yang cukup, termasuk protein kedelai, dapat membantu menurunkan berat badan.

MEMBACA  Kementerian dan BPS Sinkronkan Data Desa untuk Pengentasan Kemiskinan

“Memasukkan susu kedelai ke dalam makanan adalah cara yang bagus untuk menambah protein, serat, vitamin, dan mineral saat diet,” ujar ahli gizi Lauren Harris-Pincus.

Sebagai gambaran, satu gelas susu kedelai fortifikasi tanpa gula mengandung sekitar 7 gram protein dan 80 kalori, serta vitamin B12 yang sering kurang dalam pola makan vegan.

Halaman Selanjutnya
3. Kopi dengan Pemanis Alami

Tinggalkan komentar