Administrasi Trump Sebut Venezuela Bebaskan Warga AS yang Ditahan

Venezuela telah mulai membebaskan sejumlah warga Amerika yang ditahan di berbagai penjuru negara itu, menurut seorang pejabat departemen luar negeri AS.

Pejabat tersebut tidak mengonfirmasi identitas atau jumlah tahanan yang dibebaskan oleh Venezuela, namun dalam sebuah pernyataan menyebut langkah ini sebagai “langkah penting ke arah yang benar oleh otoritas sementara”.

Ini merupakan pembebasan pertama warga Amerika yang diketahui sejak operasi militer AS menangkap Nicolás Maduro dan istrinya dalam sebuah penggerebekan di ibu kota Caracas pada 3 Januari lalu, untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba di New York.

PBB menyatakan Venezuela sejauh ini telah membebaskan sekitar 50 tahanan dari perkiraan kelompok HAM yang menyebut ada 800 tahanan politik yang ditahan di negara tersebut.

Pemerintah Venezuela, yang dipimpin oleh Presiden Sementara Delcy Rodríguez, mengumumkan pekan lalu akan mulai membebaskan sejumlah “signifikan” orang yang dianggap sebagai tahanan politik sebagai “gestur goodwill”.

Sejumlah figur oposisi domestik dan setidaknya lima warga negara Spanyol tercatat berada di antara mereka yang telah dikonfirmasi dibebaskan sejauh ini.

Pada akhir pekan, Donald Trump menulis di akun Truth Social-nya bahwa proses pembebasan tahanan di Venezuela telah dimulai “dengan cara yang BESAR”.

Trump menyatakan ia membatalkan gelombang kedua serangan udara ke Venezuela setelah mengetahui Caracas berkooperasi dengan pembebasan tahanan tersebut.

Perkembangan ini dipandang sebagai uji pertama pengaruh Trump di Venezuela pasca pencopotan Maduro.

Namun, pemerintah sementara dituding gagal menepati janjinya untuk membebaskan tahanan politik, termasuk oleh Ramón Guanipa, yang ayahnya merupakan seorang politikus yang masih mendekam di penjara.

Guanipa mengatakan kepada BBC bahwa Trump seharusnya “tidak tertipu” oleh gestur otoritas hingga semua tahanan politik benar-benar dibebaskan.

MEMBACA  Duta Besar Afrika Selatan untuk Prancis Ditemukan Meninggal di Paris

Kelompok HAM dan aktivis politik telah lama menuduh pemerintah menggunakan penahanan untuk membungkam para kritikusnya. Pejabat berulang kali membantah Venezuela menahan tahanan politik, bersikeras bahwa mereka ditangkap karena aktivitas kriminal.

Banyak yang ditahan setelah pemilihan presiden 2024, di mana Maduro mengklaim kemenangan meskipun para penentangnya memperdebatkan hasilnya.

Tinggalkan komentar