loading…
Bendera Iran berkibar di Teheran, sementara api dan asap membumbung dari depot minyak Sharan yang diserang Israel pada 15 Juni 2025. FOTO/West Asia News Agency via Reuters.
JAKARTA – Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa (13/1/2026), dengan Brent dan WTI mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan dari Iran, yang sedang dilanda demonstrasi anti-pemerintah terbesar sejak Revolusi Islam 1979. Prospek kembalinya ekspor minyak Venezuela juga gagal menghentikan kenaikan harga.
Harga minyak mentah Brent naik 28 sen atau 0,4% menjadi USD64,15 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik 28 sen atau 0,5% menjadi US$59,78 per barel. Ini adalah level tertinggi sejak 8 Desember lalu. Dalam seminggu terakhir, Brent sudah naik dari kisaran USD59,96 per barel menjadi hampir US$64. Hal ini menunjukan pasar sedang membentuk ekspektasi baru terkait risiko pasokan global.
Baca Juga: Iran Nyatakan Siap Perang, Tak Gentar dengan Ancaman AS
Iran, salah satu produsen minyak terbesar di OPEC, sedang menghadapi gelombang protes nasional. Gelombang protes ini disebut sebagai tantangan terberat bagi pemerintahan ulama sejak 1979. Menurut laporan CNN, lebih dari 500 demonstran telah meninggal dan hampir 10.700 orang ditangkap selama tiga minggu aksi protes berlangsung.