Sabtu, 10 Januari 2026 – 02:20 WIB
VIVA – Rasa cemas atau tidak percaya diri tentang ukuran organ intim pria sebenarnya sangat umum dirasakan. Baik oleh pria yang organ vitalnya cenderung membesar saat ereksi (grower) maupun yang sejak awal sudah terlihat besar (shower).
Kecemasan ini bisa makin berat jika ada anggapan bahwa ukuran organ intim mereka benar-benar mengecil. Kabar baiknya, jika hal itu terjadi, biasanya ada penjelasan yang masuk akal dan juga solusinya.
Dokter spesialis urologi sekaligus ahli bedah panggul, Dr. Rena Malik, menjelaskan bahwa panjang organ intim bisa berubah karena banyak faktor. Mulai dari suhu lingkungan, tingkat ereksi saat itu, hingga kondisi stres.
“Saat dokter urologi mengukur panjang organ intim pria, caranya selalu sama setiap kali. Umumnya, pengukuran dilakukan dalam kondisi tidak ereksi, ditarik sampai maksimal, dan di ruangan yang hangat,” katanya dikutip dari laman Mens Health, Sabtu 10 Januari 2026.
Malik kemudian memaparkan empat alasan utama kenapa panjang organ intim pria bisa terasa atau terlihat berkurang seiring waktu. Alasan pertama dan yang paling sering sebenarnya bukan karena organ intim benar-benar menyusut, tapi karena kenaikan berat badan.
“Ketika seseorang bertambah berat badan, terutama di area perut dan sekitar kemaluan, sebagian batang penis jadi tertutup sehingga kelihatan lebih pendek,” ujarnya.
Alasan kedua berkaitan dengan operasi pengangkatan prostat. Setelah prosedur ini, sebagian pria memang bisa merasakan pemendekan panjang alat vital, biasanya sekitar 1 hingga 2 sentimeter.
“Dalam beberapa kasus, panjangnya bisa kembali perlahan seiring waktu, tapi kondisi ini cukup umum terjadi setelah operasi prostat,” jelas Malik.
Penyebab ketiga adalah penyakit Peyronie, yaitu kondisi ketika terbentuk jaringan parut atau plak di dalam organ intim yang membuat bentuknya berubah, melengkung, atau menekuk.
“Biasanya ini mudah dikenali karena muncul benjolan yang terasa jelas, atau arah lengkungan penis yang berbeda dari biasanya,” kata Malik.
Penyebab keempat yang cukup sering adalah fibrosis korporal, yakni kondisi ketika aliran darah ke organ intim berkurang sehingga juga mempengaruhi kualitas ereksi. Masalah ini bisa dipicu oleh penyakit seperti jantung dan diabetes, atau akibat cedera mikro yang terjadi saat berolahraga maupun saat aktivitas seksual yang terlalu intens.
Singkatnya, perubahan ukuran organ intim pria jarang terjadi tanpa sebab. Dalam banyak kasus kondisi ini berkaitan dengan faktor kesehatan atau perubahan tubuh masih bisa ditangani dengan pendekatan yang tepat.