Warga Aceh Tamiang Mulai Menempati Hunian Sementara: Rasa Syukur dan Kebahagiaan yang Tak Terkira

loading…

Anak-anak terlihat gembira bermain ayunan di taman yang baru dibikin di kawasan hunian sementara (huntara) Aceh Tamiang. Foto/istimewa

ACEH – Suasana yang penuh harapan dan keceriaan terlihat di Kompleks Rumah Hunian Sementara di Aceh Tamiang. Ya, warga yang sebelumnya tinggal di tenda darurat sekarang sudah mulai menempati rumah sementara yang dibangun pemerintah lewat BUMN.

Senyum lebar terpancar dari wajah orang tua, sementara tawa riang anak-anak memecah kesunyian sore di kompleks perumahan yang dibangun rapi berjajar itu. Setelah lebih dari sebulan hidup di tenda pengungsian, tempat ini terasa seperti awal kehidupan yang baru.

Anak-anak menjadi gambaran paling jujur dari kebahagiaan tersebut. Mereka berlarian, bermain ayunan di taman bermain yang sudah tersedia, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah mereka rasakan selama di tenda darurat. Beberapa anak bahkan tidak bisa menahan kegembiraanya, melompat-lompat di atas kasur yang sudah rapi dan bersih di dalam rumah. Pemandangan sederhana, tapi punya arti yang dalam: rasa aman akhirnya datang kembali.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Huntara untuk Warga yang Desanya Hilang Selesai 3 Bulan

Waktu masih di tenda pengungsian, hampir tidak ada ruang untuk anak-anak bermain. Sekarang, mereka punya halaman, ayunan, dan ruang terbuka yang memberi kebebasan buat mereka untuk bisa jadi anak-anak lagi. Orang tua juga kelihatan lebih tenang, duduk di kursi taman yang ada di depan setiap rumah, sambil mengawasi anak-anaknya bermain.

Rika Jahara, salah satu warga yang sekarang tinggal di rumah sementara itu, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan mata yang berbinar, dia menyampaikan kebahagiaannya.

“Senang bangeet saya, senang. Rasanya jangan dipindah-pindah lagi. Makasih pemerintah sudah dikasih tempat tinggal buat kami. Soalnya rumah kami sudah nggak ada. Terima kasih pemerintah,” ungkapnya dengan haru dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

MEMBACA  Alasan Iran Boikot Pengundian Piala Dunia 2026