Sopir Anthony Joshua telah dituntut setelah sebuah kecelakaan di Nigeria melukai sang petinju dan menewaskan dua anggota timnya, menurut kepolisian.
Adeniyi Mobolaji Kayode, 46 tahun, didakwa di Pengadilan Negeri Sagamu pada Jumat. Sumber kepolisian menyatakan kepada BBC bahwa tuntutan tersebut mencakup menyebabkan kematian akibat mengemudi secara membahayakan.
Pelatih pribadi Joshua, Latif Ayodele, serta pelatih kekuatan, Sina Ghami, meninggal dunia pada Senin setelah kendaraan yang mereka tumpangi menabrak truk yang sedang parkir di jalan tol di negara bagian Ogun, dekat Lagos.
Mantan juara kelas berat tersebut dibawa ke rumah sakit dengan luka-luka pasca kecelakaan dan telah dipulangkan pada Rabu.
Jaksa penuntut mengajukan empat dakwaan terhadap Tn. Kayode — menyebabkan kematian akibat mengemudi berbahaya, mengemudi secara ugal-ugalan dan lalai, mengemudi tanpa kehati-hatian yang semestinya, serta mengemudi tanpa surat izin mengemudi yang sah, ungkap sebuah sumber kepolisian kepada BBC.
Perkara tersebut ditunda hingga tanggal 20 Januari mendatang.
Joshua, 36 tahun, adalah penumpang dalam sebuah SUV Lexus yang bertabrakan dengan truk yang terparkir di jalur cepat Lagos-Ibadan yang ramai pada hari Senin.
Tn. Ghami dan Tn. Ayodele dinyatakan meninggal di tempat kejadian, sementara Joshua terlihat dibantu keluar dari reruntuhan kendaraan.
Pejabat negara bagian Ogun dan Lagos menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa petinju asal Britania Raya itu “sangat berduka” atas meninggalnya kedua pria, yang merupakan sahabat dekatnya.
Setelah dipulangkan dari rumah sakit, Joshua mengunjungi rumah duka tempat jasad mereka “disiapkan untuk repatriasi,” tambah pernyataan itu.
Pada hari Senin, Eddie Hearn, yang telah menjadi promotor Joshua selama lebih dari satu dekade, menyampaikan penghormatan kepada anggota tim tersebut.
“Tenanglah di sana Latz dan Sina,” tulis Hearn di Instagram.
“Semangat dan kesetian kalian beserta begitu banyak kualitas luar biasa lainnya akan sangat dirindukan. Memohon kekuatan dan bimbingan bagi seluruh keluarga, teman, dan tentu saja AJ di masa yang sangat sulit ini.”