Tetangga Asia Ini Berani Kecam Latihan Militer China yang Mengepung Taiwan

sedang memuat…

Australia kecam latihan perang China yang mengepung Taiwan. Foto/CCTV

SYDNEY – Pemerintah Australia mengkritik keras latihan perang China, dimana kapal-kapal perang Beijing mengepung Taiwan dan melakukan latihan tembak langsung. Latihan itu juga melibatkan jet tempur yang mensimulasikan serangan ke target di laut dan udara.

China selama ini mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan telah meningkatkan latihan perang untuk menyerang serta memblokade pulau yang pemerintahan sendiri secara demokratis itu dalam beberapa tahun terakhir. Tindakan Beijing telah memicu kekhawatiran global bahwa janji Presiden Xi Jinping untuk menyatukan kembali China dengan Taiwan bisa terjadi dengan kekerasan.

Latihan perang selama dua hari di awal minggu ini, yang dinamai “Misi Keadilan 2025”, adalah yang terbesar sejauh ini dan terjadi setelah Amerika Serikat mengumumkan penjualan paket senjata ke Taiwan senilai USD16,6 miliar.

Baca Juga: Kepung Taiwan, China Memulai Latihan Tembak Langsung Hari Kedua

Kesepakatan penjualan senjata itu tidak diterima baik di Beijing. Kementerian Pertahanan China memperingatkan akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya.

Para analis asing, termasuk di Australia, umumnya sepakat bahwa Taiwan adalah titik paling rawan untuk konflik regional dan bahwa Canberra akan terlibat. Entah karena perlu melindungi kepentingan perdagangan atau karena kewajiban mendukung AS, yang mempertahankan ambiguitas strategis tentang apakah mereka akan merespons invasi China dengan kekuatan militer.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengatakan pada Rabu bahwa tindakan China berisiko membahayakan perdamaian regional.

“Latihan militer dan kapal Penjaga Pantai China di sekitar Taiwan sangat mengkhawatirkan, mengganggu stabilitas, dan beresiko memicu ketegangan regional,” kata departemen tersebut.

“Australia sangat menentang tindakan apapun yang meningkatkan risiko insiden, kesalahpahaman, atau eskalasi. Perbedaan pendapat harus diselesaikan lewat dialog, bukan dengan kekerasan atau paksaan,” imbuhnya, seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (1/1/2026).

MEMBACA  Kelompok Industri yang Mencakup Studio Ghibli Beri Teguran ke OpenAI Lewat Surat

“Australia menentang tindakan sepihak apapun yang mengubah status quo di Selat Taiwan. Perdamaian dan stabilitas adalah kepentingan kita semua. Pihak Australia telah menyampaikan kekhawatiran ini kepada rekan-rekan mereka dari China,” jelas DFAT.

Tinggalkan komentar