Departemen Kehakiman AS telah memperluas peninjauan dokumen terkait pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein menjadi 5,2 juta dokumen. Mereka juga menambah jumlah pengacara untuk mematuhi hukum yang mewajibkan pembukaan berkas, menurut seseorang yang mengetahui surat yang dikirim ke Jaksa AS.
Angka ini adalah perkiraan terbaru dalam peninjauan berkas kasus Epstein dan pacar lamanya, Ghislaine Maxwell. Proses ini sudah berjalan lebih dari satu minggu melewati batas waktu yang ditetapkan Kongres.
Departemen Kehakiman sekarang memiliki lebih dari 400 pengacara yang mengerjakan peninjauan ini. Namun, mereka tidak memperkirakan bisa merilis dokumen lebih banyak sampai tanggal 20 atau 21 Januari, menurut sumber tadi.
Gedung Putih tidak membantah angka-angka dalam email tersebut. Mereka mengutip pernyataan Todd Blanche, Wakil Jaksa Agung, yang menyebut pendekatan pemerintahan ini sebagai "semua tangan harus turun membantu."
Blanche mengatakan para pengacara dari Departemen Kehakiman di Washington, FBI, dan kantor kejaksaan di Florida serta New York bekerja "tanpa henti" untuk meninjau berkas. Penambahan dokumen dan pengacara ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.
"Kami meminta sebanyak mungkin pengacara untuk mencurahkan waktu guna meninjau dokumen yang tersisa," kata Blanche. "Penyuntingan untuk melindungi korban membutuhkan waktu, tapi ini tidak akan menghentikan dokumen-dokumen ini untuk dirilis."
Meski begitu, Jaksa Agung Pam Bondi menghadapi tekanan dari Kongres karena proses pembukaan informasi ini tertinggal dari batas waktu 19 Desember.
"Haruskah Jaksa Agung Pam Bondi dimakzulkan?" tanya Rep. Thomas Massie, seorang Republik dari Kentucky, di media sosial pekan ini. Ia membantu upaya penerapan hukum yang mewajibkan pembukaan dokumen.
Partai Demokrat juga sedang meninjau opsi hukum mereka. Mereka terus mengangkat isu yang telah menyebabkan perpecahan di Partai Republik dan terkadang membingungkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengatakan di media sosial bahwa angka terbaru dari Departemen Kehakiman "menunjukkan Bondi, Blanche, dan lainnya di DOJ telah berbohong kepada rakyat Amerika tentang berkas Epstein sejak awal." Ia menekankan bahwa dokumen yang dirilis sejauh ini hanya sebagian kecil dari total.
Bergabunglah dengan kami di Fortune Workplace Innovation Summit tanggal 19–20 Mei 2026 di Atlanta. Era baru inovasi tempat kerja telah tiba—dan aturan lama sedang ditulis ulang. Dalam acara eksklusif dan penuh energi ini, para pemimpin paling inovatif di dunia akan berkumpul untuk mengeksplorasi bagaimana AI, kemanusiaan, dan strategi bersatu mendefinisikan ulang masa depan pekerjaan. Daftar sekarang.