Kamis, 1 Januari 2026 – 06:04 WIB
Manggarai Barat, VIVA – Polisi Resor (Polres) Manggarai Barat di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi memulai penyelidikan kasus tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah. Kapal itu tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat malam tanggal 26 Desember 2025. Penyidikan dilakukan oleh Satreskrim dan Satpolairud setempat.
Kapolda NTT, Irjen Polisi Rudi Darmoko, melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengatakan langkah ini menunjukkan keseriusan Polri dalam menegakkan hukum. "Polri berkomitmen menangani setiap kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tujuannya untuk mengungkap fakta objektif dan menentukan ada tidaknya unsur pelanggaran hukum," jelas Henry Novika. Penyidikan secara resmi dimulai pada Rabu, 31 Desember 2025.
Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat. "Penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta memeriksa kelayakan kapal dan kepatuhan pada prosedur keselamatan," tambahnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, kapal semi pinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Kapal tidak bisa dikendalikan dan dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Selat Padar. Cuaca buruk dan gelombang tinggi memperparah keadaan dan menyulitkan upaya penyelamatan.
Dalam tragedi ini, tujuh penumpang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, dan tiga orang lainnya masih hilang dan sedang dicari oleh Tim SAR Gabungan.
Kejadian KM Putri Sakinah ini menambah daftar panjang kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Dari tahun 2024 hingga 2025, tercatat sudah setidaknya 15 kecelakaan kapal wisata. Sebagian besar terjadi di perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca akibat cuaca buruk atau masalah teknis pada kapal.
"Atas nama Polda NTT, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal. Kami juga berdoa agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan," pungkas Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Halaman Selanjutnya
Hingga tanggal 31 Desember, Tim SAR Gabungan telah memasuki hari ke-6 dalam pencarian tiga wisatawan asal Spanyol yang hilang. Satu jenazah korban telah berhasil diidentifikasi. Korban diduga adalah putri dari Pelatih sepak bola wanita Valencia Spanyol, Martin Carreras Fernando.