Analis Optimistis Investasi Kripto hingga Emas Bersinar Tahun Depan, Jika…

Selasa, 23 Desember 2025 – 00:08 WIB

Jakarta, VIVA – Pasar investasi global dinilai masih punya peluang besar untuk melanjutkan tren positif di tahun depan. Masa depan cerah ini datang setelah berbagai catatan kinerja impresif sepanjang 2025.

Baca Juga:

Viral! Butiran Emas Ditemukan Pasca Banjir di Aceh Barat

Senior Market Analyst Nanovest, Bryan Oskar, menuturkan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang menggembirakan bagi berbagai instrumen investasi. Aset tradisional hingga aset digital tampaknya mencetak rekor harga tertinggi.

"Aset tradisional (emas, saham) dan aset digital, Bitcoin, serta saham yang berkaitan dengan AI, berlari beriringan menuju puncak baru,” ujar Bryan dikutip dari Antara pada Senin, 22 Desember 2025.

Baca Juga:

IHSG Sesi I Naik Tipis, Saham Tambang Kuasai Jajaran Top Gainers

Aset kripto mencatat lonjakan signifikan, di mana Bitcoin (BTC) sempat menyentuh all time high (ATH) di atas US$126 ribu pada triwulan III-2025. Meskipun saat ini sudah terkoreksi ke bawah level US$100 ribu.

**Baca Juga:**

Harga Emas Hari Ini 22 Desember 2025 Produk Antam dan Global Kompak Meroket

Emas juga menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai (*safe haven*). Harga logam mulia tersebut mencapai US$4.381 per troy ons pada Oktober 2025. Lonjakan harga ini seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global.

Ia menilai kondisi ini membuktikan bahwa diversifikasi instrumen investasi modern semakin efektif. Kini, investor bisa mengombinasikan aset tradisional dan digital untuk memperoleh cuan yang lebih optimal.

Optimisme tersebut tercermin dari reli kuat pasar saham Amerika Serikat sepanjang 2025. Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones berulang kali mencetak rekor tertinggi didorong euforia AI dan kinerja emiten teknologi seperti Nvidia (NVDA) serta Palantir (PLTR).

MEMBACA  Putusan Hakim Membebaskan Terdakwa Afung dalam Kasus Penambangan Ilegal

Kinerja positif juga terlihat di pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa di 8.616 poin, melonjak sekitar 45 persen dari titik terendahnya di April 2025.

Namun, Bryan mengatakan peluang berlanjutnya tren *bullish* di pasar global bisa terealisasi jika bank sentral dunia konsisten melonggarkan kebijakan moneternya. Faktor lain adalah keberlanjutan inovasi kecerdasan buatan.

Meski optimis, Bryan mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap risiko valuasi yang tinggi, khususnya pada saham-saham berbasis AI di AS. Rasio Price-to-Earnings (P/E) sektor ini dinilai telah melampaui puncak gelembung *dot-com* tahun 2000.

Halaman Selanjutnya

Bryan Oskar mengatakan hal tersebut memicu kekhawatiran “AI Bubble”, apalagi dengan bayang-bayang utang nasional Amerika yang besar membuat emas tetap jadi *safe-haven* favorit dengan potensi rekor baru.