Generasi muda millennial dan Gen Z agak susah untuk mulai bekerja. Banyak yang ngaggur, dan mereka bertanya-tanya apakah gelar kuliah yang mahal itu sia-sia. Mereka sadar bahwa di ekonomi sekarang, butuh pengalaman kerja untuk bisa dapat pengalaman.
Christina Schelling, kepala talent di Verizon, punya nasehat: Berhenti berpikir bahwa resume kamu harus sangat wah untuk menarik perhatian perusahaan.
"Pengalaman kerja tidak harus selalu yang tradisional dan dibayar," kata Schelling kepada Fortune. "Contohnya, kamu bisa kerja sukarela. Itu bisa membangun skill dan juga memperbagus resume kamu di awal karir."
"Saya selalu menyarankan untuk mencoba tugas baru atau sukarela ikut proyek," tambahnya. "Tidak ada yang akan menolak kerja gratis. Dengan begitu, kamu bisa kumpulkan pengalaman dan membangun resume… Itu yang akan memberi kamu pengalaman yang dibutuhkan untuk pekerjaan selanjutnya."
Schelling memang berpengalaman. Dia bertanggung jawab atas perekrutan dan perkembangan karir lebih dari 100,000 orang di perusahaan Fortune 500. Dia bilang, pengalaman apa pun yang membuktikan kamu punya skill di suatu bidang, lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
Kamu juga bisa dapat promosi dengan kerja sukarela
Bahkan untuk yang sudah kerja, bersukarela untuk mengerjakan tugas tambahan di dalam atau luar perusahaan bisa membantu dapatkan posisi berikutnya. Terutama untuk yang ingin pindah ke industri atau jenis pekerjaan baru.
"Kelompok Sumber Daya Karyawan juga sangat bagus untuk itu. Di Verizon, kami punya banyak kelompok seperti itu. Ada 25,000 karyawan yang ikut—itu di luar pekerjaan utama mereka dan sangat sukarela—tapi mereka melakukan hal-hal untuk pengembangan diri, komunitas, dan kemajuan karir," jelas Schelling.
"Mereka membangun jaringan, tapi juga belajar skill kepemimpinan, manajemen proyek, dan cara mengelola hubungan. Jangan remehkan kekuatan dari bagian hidup kamu yang tidak dibayar."
Bagaimana memberitahu perusahaan bahwa kamu tidak punya pengalaman kerja
Jika kamu wawancara untuk suatu pekerjaan—baik sukarela atau dibayar—dan tidak punya pengalaman kerja untuk dibicarakan, jangan khawatir. Schelling mengatakan kejujuran dan keterbukaan lebih baik daripada merasa canggung atau menghindar. Dia menekankan untuk fokus pada kelebihan yang bisa kamu tawarkan.
"Jika manajer perekrutan bertanya, ‘bagaimana pengalaman kamu?’ Saya pikir tidak apa untuk mengatakan bahwa kamu mengalami kesulitan, dan jelaskan apa yang telah kamu pelajari."
Meski tidak disarankan untuk langsung membicarakan kurangnya pengalaman, dia bilang "tidak apa untuk transparan dan jujur" ketika pertanyaan tentang riwayat pekerjaan muncul secara alami.
Dan jangan berfokus pada pengalaman yang tidak kamu punya. Sebaiknya, arahkan percakapan untuk menceritakan skill, pengetahuan, dan kualitas yang sudah kamu kembangkan di tempat lain, seperti melalui sekolah, hobi, olahraga, belajar tentang bidang itu secara online, atau bahkan pengalaman hidup pribadi.
"Saya akan menyampaikannya sebagai informasi yang perlu diketahui si manajer," tambah Schelling. "Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk hal itu. Lebih baik gunakan waktu untuk membicarakan dirimu dan menunjukkan mengapa kamu sangat cocok untuk pekerjaan itu."