Pemerintah Dorong Kreator Konten Desa Tingkatkan Branding Produk Lokal

Kementrian Desa di Indonesia menyerukan kepada kreator konten di daerah pedesaan untuk membantu mempromosikan dan membranding produk-produk lokal. Tujuan ini adalah untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar domestik dan internasional.

“Para petani, nelayan, pengrajin, dan UMKM di desa butuh dukungan agar produk merea dikenal lebih luas,” kata Kepala Balai Pelatihan Aparatur Sipil Negara (BPSDM) Kemendes, Chusnul Chotimah, dalam sebuah Webinar Sekolah Desa pada Rabu.

Dia mencatat bahwa desa-desa mencakup 89,41 persen dari wilayah Indonesia dan merupakan sumber banyak komoditas ekspor penting, mulai dari hasil pertanian hingga kerajinan tangan.

Namun, dia menekankan bahwa kesuksesan ekspor tidak hanya tergantung pada kualitas produk, tapi juga pada pemasaran dan branding yang efektif.

Dalam hal ini, kolaborasi antara pelaku usaha desa dan kreator konten digital dapat menambah nilai, memperluas jangkauan pasar, dan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, ujarnya.

“Meningkatkan literasi digital di desa sangat penting. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tren pasar global, pengusaha pedesaan bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk,” tambah dia.

Pemerintah bertujuan untuk memposisikan desa sebagai penggerak pertumbuhan nasional, sesuai dengan agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto untuk mempromosikan kesetaraan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

Kreator konten, kata Chotimah, memegang peran penting dalam mempercepat tujuan-tujuan ini dengan menghubungkan produk lokal dengan audiens yang lebih luas.

Berita terkait: Menteri: ASEAN Rural Culture Expo promosikan produk UMKM

Penerjemah: Tri Meilani, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025

MEMBACA  Polisi Bandarlampung menangkap lima anggota sindikat narkoba antar provinsi