Lebih dari 20 tewas di Gaza dalam serangan Israel yang kembali

Lebih dari 20 orang telah tewas, termasuk beberapa anak, sejak Rabu pagi di Jalur Gaza dalam serangan Israel yang diperbarui, kantor berita Palestina WAFA melaporkan. Ada serangan udara dan korban jiwa di Jabalia dan Deir al-Balah, serta dekat Khan Younis di bagian selatan wilayah tersebut, kata WAFA, mengutip sumber medis Gaza, Informasi itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Tentara Israel belum memberikan informasi tentang masalah ini. Puluhan kematian dilaporkan setiap hari dari daerah pantai setelah militer Israel meluncurkan serangan besar-besaran baru akhir pekan lalu. Pasukan darat kini juga dikerahkan di wilayah tersebut. Tindakan Israel di daerah itu menghadapi kritik internasional yang semakin meningkat, termasuk dari sekutu dekat. Pada hari Selasa, Inggris menangguhkan pembicaraan perdagangan dengan Israel, memberikan sanksi kepada beberapa pemukim Tepi Barat, dan memanggil duta besar Israel ke Inggris. Juga pada hari Selasa, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan Uni Eropa bermaksud meninjau kembali perjanjian kerjasama dengan Israel mengingat situasi di Gaza. Konflik saat ini dimulai pada 7 Oktober 2023, ketika milisi Islam Hamas Palestina dan lainnya menyerbu Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang. Israel merespons dengan serangan besar-besaran, yang sejak itu telah menewaskan lebih dari 53.000 orang di Gaza, menurut otoritas kesehatan yang dikuasai Hamas. Angka tersebut tidak membedakan antara korban sipil dan militer.

MEMBACA  Bulgaria Menghadapi Pemilihan Umum Umum Lainnya