visionOS memang bukan OS Apple yang paling jarang disebut di WWDC—itu tvOS—namun juga tidak menjadi bintang utama.
Biasanya, keynote WWDC mencakup segmen khusus untuk iOS, macOS, iPadOS, watchOS, visionOS, dan tvOS. Namun tahun ini, Apple berfokus pada peningkatan pengalaman Siri AI terbaru, Apple Intelligence, serta fungsionalitas antarperangkat.
Meski begitu, kami memang mendapatkan beberapa informasi baru tentang visionOS 27. Membaca di antara baris, saya rasa kita bisa melihat mengapa Vision Pro tetap bernilai bagi Apple, meski faktanya hanya segelintir orang yang benar-benar menggunakan headset seharga $3.499 ini. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Vision Pro kesulitan menemukan basis pengguna.
Sebagai editor teknologi Mashable, saya termasuk salah satu dari segelintir orang yang masih menggunakan komputer yang dikenakan di kepala ini. Apple mengirimkan saya unit headset untuk ditinjau, dan review lengkapnya akan segera tayang. Jadi, sebagai pengguna Vision Pro, inilah yang saya pahami dari WWDC tentang visionOS 27, dan masa depan Apple Vision Pro.
Siri AI hadir di visionOS 27
Vision Pro mendapat sorotan paling banyak di awal segmen mengenai Siri AI, versi baru Siri yang diperkuat oleh Gemini dan akan hadir di perangkat Apple pada musim gugur mendatang. Untuk mendemonstrasikan kecerdasan visual Siri AI, Apple memutar video pengalaman visionOS 27. Di dalam demonstrasi tarsebut, terdapat visual unik berupa gelembung mengapung yang mewakili Siri.
Pengguna Vision Pro akan memiliki visualisasi Siri 3D yang "hidup" di ruang virtual mereka sebagai gelembung bercahaya mengambang. Jadi begini, contohnya pengguna bisa langsung mengobrol dengan Siri kapan saja guna akan bertanya soal halaman Safari di layar atau pun objek yang tampak di hadapan Anda. Di video yang sama, tampak Assisten ciamik ini menjawab menggunakan konteks sekeliling.
Selain itu, terdapat suite alat Apple Intelligence baru bagi pengguna Vision pro. Tanpa basa-basi lagi jelas ha! ini bisa terjadi setelah kerja sama dengan Gemini di mana sekarang iPad jadi mampu ‘mongobrol secara tulisan maupun ucapan bebarengan.
Di Indonesia tidak cuma bales chatnya; pengetahuan kontekstual Siri juga ‘nendang’. Saat lagi baca kalender jadwal terbang ata gaweh, So te-te nete pembantu otomatis Ay Det’il ke pengguna, Sunggu luar biasses karena A I’d i D cepatt.
Elemen menggaet:
seputar Kapitas Le Samba dan menjadi faktor bal pengaruhan
barang sudah berdetak.
- Ngatin, Sa serta menggunakan ruangan dan virtual En dan berbagai , cir yang pun pasti pun , yang gatal ada: Sebo’k Enapan adalah tu bolo-halin eksep ip belak kata ce he .. /CepeM C…
~ ~ ….*t lalu Si—ket awa nam Anv, tin …. oer **/^~~ … ma AI S kebru turune ba…" l~ al turuut y nan Ba r’ sup an En – di– ha angen.
So at may and
seimb