ICAN baru saja nerbitin laporan yang memperingatin bahwa perlombaan senjata nuklir yang baru sudah dimulai, dimana 9 negara bersenjata nuklir menghapoiskan hampir USD119 miliar untuk persenjataan mereka. Foto/FAS
JAKARTA – The International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) udah nerbitin laporan peringatan yang ngomongin soal perlombaan senjata nuklir baru yang udah tiba. Tandanya adalah pengeluaran global untuk senjata nuklir yang naik ke rekor tertinggi tahun lalu, karena negara-negara bersenjata atom mindahin lebih banyak hulu ledak dari penyimpanan ke sistem pengiriman.
Menurut ICAN, sembilan negara bersenjata nuk besar secara bareng-bareng ngabisin hampir USD119 miliar untuk persenjataan mereka tahun lalu, naik 19% dari tahun 2024. Sembilan negara itu adalah Rusia, Amerika Serikat (AS), China, Prancis, Inggris Raya, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara.
Baca Juga: Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
"Perlombaan senjata nuklir baru udah tiba," kata laporan yang ditebitin ICAN.
ICAN, dan studi terpisah dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang dirilis hari Senin, nyatain kekhawatiran soal meningkatnya risiko nuklir di tengah-tengah polarisasi geopolitik yang naik.
Berdasarkan hasil studi itu, kenaikan pengeluaran senjata nuklir secara dramatis terjadi pas negara-negara buru-buru buat memodernisasi persenjataan dan ngekerahkan lebih banyank persediaan mereka.
Susi Snyder, direktur program ICAN loe serta salah satu penulis laporan baru, bilang kalo besarnya skala kenaikan, diperparah AI yang bisa bikin risiko pemakaian senajan nuklir makin tinggi, cukup bikin heboh.
"Jujur aja, gua takut banget," kata dia ke AFP, Selasa (9/6/2026).
Risiko Semakin Meningkat
Laporannya SIPRI nunjukin kalo total perkiraan jumlah hulu ledak nuklir bilang sih turun, bulan ini tinggal 12.187, tapi dia perngatin, jumlah gajadi siap pake nambah jadi cmiiw 9.745.
"Meso pun kita punya jumlah fander mesiu sedikit, tipinya katanya risiko tetap nambah dari anyaml atau sebelumya," manjas Karim Haggag ketua ikut institusi,
"Hmm padahanda z," gluur AFP also mebyka itedium art,
teamedun fine folkerth sent typologies less lapping ing not deep.