Veronika, Sapi Pertama yang Dikenal Menggunakan Peralatan

Keadilan untuk kartunis Far Side, Gary Larson: Untuk pertama kalinya, sebuah tim ilmuwan mengamati seekor sapi yang menggunakan alat secara fleksibel. Kecerdikan “Veronika”—begitu ia dinamai—menunjukkan bahwa ternak memiliki kecerdasan yang memadai untuk memanipulasi elemen lingkungannya dan menyelesaikan tantangan yang sebetulnya tak dapat diatasi.

Veronika adalah sapi peliharaan di Austria. Pemiliknya tidak memanfaatkannya untuk produksi daging ataupun susu. Ia juga tidak dilatih untuk melakukan trik-trik; sebaliknya, selama 10 tahun terakhir ia mengembangkan kemampuan untuk menemukan ranting di rerumputan, memilih satu, menggenggamnya dengan mulut, dan menggaruk tubuhnya untuk meredakan iritasi kulit.

Hingga kini, hanya simpanse yang secara meyakinkan menunjukkan kemampuan menggunakan alat untuk memperbaiki kondisi hidupnya. Studi terbaru juga menunjuk pada paus sebagai satu-satunya hewan laut yang mampu menggunakan alat kompleks. Sapi Eropa ini hendak bergabung dengan kelompok eksklusif hewan-hewan pintar tersebut.

Video Veronika yang beredar daring menarik perhatian peneliti kedokteran hewan di Wina. Mereka mengunjungi peternakan, melakukan tes perilaku, dan melaksanakan uji coba terkontrol. “Dalam sesi berulang, mereka memverifikasi bahwa keputusannya konsisten dan secara fungsional tepat,” bunyi siaran pers mereka.

Kemampuan Veronika melampaui sekadar menggunakan ujung benda untuk menggaruk, jelas para penulis studi yang diterbitkan di Current Biology. Dalam tes, sapi itu diberi berbagai tekstur dan objek, dan ia menyesuaikan sesuai kebutuhannya. Terkadang ia memilih bulu yang lembut, di waktu lain memilih ujung yang lebih kaku. Para peneliti menyatakan ia menggunakan bagian berbeda dari alat yang sama untuk tujuan spesifik, bahkan memodifikasi tekniknya bergantung pada jenis benda atau area tubuh yang ingin digaruk.

Meski dinilai “kurang kompleks” dibandingkan, misalnya, menggunakan batu tajam untuk mengakses biji, para spesialis sangat menghargai kemampuan Veronika. Untuk saat ini, ia membuktikan bisa memutuskan bagian alat mana yang paling berguna baginya. Temuan ini mengisyaratkan bahwa kita telah meremehkan kapasitas kognitif ternak, menurut para penulis.

MEMBACA  Protes di Jerman atas kurangnya rekaman dari penembakan polisi yang mematikan

Mengapa Veronika Begitu Terampil?

Tim mengakui masih terlalu dini untuk menyatakan semua sapi dapat menggunakan alat dengan keterampilan setara Veronika. Saat ini, para peneliti berusaha menentukan bagaimana sapi ini mengembangkan kesadaran akan lingkungan sekitarnya.

Para peneliti yakin kondisi khususnya berperan. Veronika telah hidup 10 tahun di lingkungan terbuka yang kompleks, penuh objek yang dapat dimanipulasi—pengalaman yang sangat berbeda dari sapi yang dibesarkan untuk produksi susu dan daging. Kondisi ini mendorong perilaku eksploratif dan inovatif, kata mereka. Mereka kini mencari lebih banyak video sapi menggunakan alat untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut tentang kemampuan kognitif mereka.

“Hingga saat ini, penggunaan alat dianggap sebagai klub eksklusif, hampir hanya untuk primata (terutama kera besar, juga makaka dan kapusin), beberapa burung seperti gagak dan nuri, serta mamalia laut seperti lumba-lumba. Menemukannya pada sapi merupakan contoh evolusi konvergen yang menarik: kecerdasan muncul sebagai respons terhadap masalah serupa, terlepas dari betapa berbedanya ‘rancangan’ hewan tersebut,” ujar Miquel Llorente, Direktur Departemen Psikologi Universitas Girona, yang tidak terlibat dalam studi, dalam pernyataan kepada Science Media Centre Spanyol.

Tinggalkan komentar