Trump Sudah Bergolak, Calon Kursi Presiden 2028 Memanas

Kecemasan mengenai pemilihan presiden 2028 dan tiket Partai Republik secara resmi telah menerpa Gedung Putih. Pada Senin malam, Trump melakukan semacam jajak pendapatan informal terhadap para tamu makan malam di Taman Mawar Gedung Putih mengenai kandidat pilihan mereka. "Siapa yang suka JD Vance? Siapa yang suka Marco Rubio?" ucapnya, sebelum menyarankan bahwa tiket Vance-Rubio adalah sebuah "tim impian."

Gaya interkasi ala Apprentice yang dilakukan Trump merupakan momen ringan yang menutupi kenyataan bahwa beberapa hari terakhir ini, para pembantu Gedung Putih sedang bergulat dengan pertanyaan yang sulit—dan masih sangat jauh—mengenai siapa yang akan menjadi calon presiden dari Partai Republik.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut memberitahu WIRED bahwa presiden sebenarnya telah melakukan beberapa jajak pendapat cepat dalam beberapa minggu terakhir, dan hasilnya menarik: ketika Trump menjaring pendapat para donatur di Mar-a-Lago, mereka lebih menyukai Rubio. Namun, kala Trump baru-baru ini menjaring pendapat sekelompok petugas penegak hukum—yang oleh Gedung Putih dianggap lebih mewakili pemilih awam—mereka justru memilih Vance.

Vance masih menjadi calon terdepan, kata sumber di Gedung Putih, namun ia tidak pernah menganggap remeh segalanya. Faktanya, para penasihat utama wakil presiden itu memulai pekan ini dengan berkumpul dalam sebuah retret untuk membahas strategi politik.

Ia juga telah mengambil langkah untuk memperkuat tim politiknya yang sebagian besar masih sama sejak masa jabatannya sebagai senator AS, menjelang apa yang diperkirakan akan menjadi pemilu paruh waktu yang berat bagi Partai Republik; terutama ketika parati tersebut bergulir dengan dampak politik beracun akibat perang Iran dan paket belanja DPR yang menganggarkan 1 miliar dolar untuk proyek ballroom Trump, di antara isu-isu lainnya.

MEMBACA  Jamie Dimon membantah klaim dukungan Trump

Menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini, Vance mulai mendiskusikan perubahan dalam timnya—termasuk penambahan Cliff Sims sebagai penasihat keamanan nasional barunya dan promosi Will Martin menjadi wakil kepala staf—sejak bulan Januari.

Sims, yang posisi barunya diumumkan kemarin, dikenal luas di Washington sebagai operator politik yang kejam. Ia dianggap mampu memperkuat wakil presiden berlandaskan pengalaman panjangnya di lingkaran Trump dan hubungan dekatnya dengan sejumlah pejabat senior di pemerintahan.

UTamanya adalah ikatannya dengan Direktur CIA John Ratcliffe, yang bagi Sims telah menjadi penasihat eksternal selama setahun terakhir, menurut banyak sumber. Sumber-sumber ini memperkirakan Vance dan Ratcliffe akan bekerja sama lebih erat, secara drastis meningkatkan pengaruh wakil presiden pada kebijakan keamanan nasional.

Sims, yang diperkirakan baru mulai bekerja beberapa minggu lagi, juga kemungkinan akan mulai membentuk pesan politik wakil presiden. Ia sebelumnya pernah bertugas sebagai staf humas Gedung Putih dan, kemudian, sebagia direktur komunikasi untuk kantor direktur intelijen nasional.

Tentunya, orang yang kini mengepalai Dewan Keamanan Nasional adalah tidak lain dari Rubio, yang menyandang gelar penasihat keamanan nasional Trump selain sebagai menteri luar negeri.

Ocehan tentang potensi Rubio sebagai kandidat pada 2028 kian memanas pekan lalu saat ia menggantikan sekretaris pers Karoline Leavitt untuk memberi pengarahan kepada wartawan tentang perang Iran. Penampilannya memicu lagi serangkaian rumor tentang kemungkinan ia maju untuk menjadi presiden, menurut sumber.

"Tidak ada rencana rahasia untuk menjadikan Rubio presiden," kata seorang sekutu Rubio yang berbicara dengan syarat anonim. Ia menambahkan bahwa menteri luar negeri tidak secara sukarela melakukan pengarahan tersebut, tetapi atas permintaan Gedung Putih.

Namun demikian, kubunya Rubio diam-diam senang dengan liputan positif dari pengarahannya tersebut. Gedung Putih kemudim memposting klip Rubio yang menjelaskan visinya untuk Amerika di platform X, yang hampir mirip pidato kampanye presidensial.

MEMBACA  Petunjuk dan Jawaban Wordle Hari Ini, 10 Februari 2026

Tinggalkan komentar