Saat film Scream kelima dirilis pada 2022, karakter Ghostface diarahkan pada jalur baru. Memang, para karakter legendaris kembali, namun sang pembunuh lebih banyak memburu karakter-karakter baru dengan alasan yang berbeda. Namun, rencana awal sang pencipta waralaba, Kevin Williamson, sebenarnya bukan demikian.
Williamson, yang menulis naskah Scream, Scream 2, dan Scream 4, awalnya memandang Scream 4 (2011) sebagai awal trilogi baru. Sayangnya, setelah film tersebut tidak meraih kesuksesan finansial setara tiga film pertama, ditambah dengan wafatnya sutradara waralaba Wes Craven, segalanya berubah. Mula-mula, Scream diadaptasi menjadi serial TV, lalu satu dekade kemudian, sebuah tim baru mengambil alih untuk menghadirkannya kembali ke bioskop. Namun, dengan kembalinya Williamson untuk Scream 7 minggu ini, ia baru-baru ini mengungkapkan seperti apa versinya untuk Scream 5 dan Scream 6 seandainya semua hal itu tak terjadi.
Bagi yang mungkin lupa, Scream 4 mengisahkan Jill (Emma Roberts), sepupu Sidney Prescott (Neve Campbell), yang merencanakan pembunuhan Ghostface sebagai cara untuk meraih ketenaran dan kekayaan. Film berakhir dengan nada ambigu yang ganjil; Jill tewas, namun identitasnya sebagai dalang tak terungkap. Di situlah perubahan dimulai.
Dalam wawancara dengan Cinepop, Williamson menjelaskan lebih lanjut. Berikut videonya, yang akan kita bahas di bawah.
Seperti yang diungkapkannya, Williamson menginginkan Jill tidak hanya selamat dari Scream 4, tetapi juga lolos dari pembunuhan yang dilakukannya. Hingga kemudian, dalam Scream 5 versinya, seseorang yang lain menyadari hal itu dan mulai membunuh teman-teman Jill. Jill pun akan dipaksa untuk mengungkap identitas pembunuh baru sambil tetap berusaha menyembunyikan kebenaran masa lalunya. Kedengarannya seperti sekuel yang sangat keren, dan kita cukup kecewa ini tak pernah terwujud.
Dari sana, konektivitasnya menjadi agak kurang jelas. Kita bisa menduga Jill mungkin harus tewas dalam Scream 5 versinya, meski Williamson tak menyatakannya secara gamblang. Yang ia katakan adalah, ia juga akan menewaskan karakter Dewey di Scream 5 (seperti yang terjadi dalam film yang benar-benar dibuat), yang mengarah ke film keenam dimana Gale Weathers (Courteney Cox) mengambil peran seperti Sidney; berkencan dengan pria baru yang mungkin atau mungkin bukan si pembunuh.
Melihat ke belakang, agak ironis bahwa Williamson pernah memiliki rencana ini, melepaskannya, dan kini kembali berada di dalam waralaba Scream. Tanpa Williamson, film Scream 5-7 sudah dalam perjalanan untuk menjadi trilogi mandiri (yang, menurut Skeet Ulrich, akan menampilkan Melissa Barrera sebagai Ghostface pada akhirnya). Namun, berkat pemecatan Barrera oleh Spyglass terkait pandangannya mengenai perang di Gaza, semuanya berubah lagi.
Williamson dipanggil kembali untuk mengemudikan kapal ini dan kini berada dalam posisi dimana Scream 7 miliknya seakan harus mengabaikan kejadian di dua film sebelumnya — sebuah langkah yang juga diambil oleh Scream 5 yang asli. Semuanya terasa agak menjengkelkan dan meta, dengan cara yang sangat Scream. Kita akan lihat akhir pekan ini bagaimana Scream 7 menangani masalah tersebut, serta gagasan-gagasan orisinal Williamson.
Versi Scream 5 dan 6 mana yang lebih Anda sukai, atau yang akan Anda pilih? Versi Williamson, atau versi yang sudah kita tonton? Beri tahu pendapat Anda di bawah.
Ingin berita io9 lainnya? Cek jadwal rilis terbaru untuk Marvel, Star Wars, dan Star Trek, informasi mengenai masa depan DC Universe di film dan TV, serta semua yang perlu Anda ketahui tentang masa depan Doctor Who.