Taylor Swift Ajukan Hak Cipta atas Wajahnya. Iklan Deepfake di TikTok Ini Buktinya

Minggu lalu, Taylor Swift mengajukan tiga permohonnan merek dagang untuk melindungu citra dan suaranya. Satu merek dimaksudkan untuk melindungi foto sang penyanyi yang cukup terkenal, di mana ia memegang gitar pink saat konser dalam tur spektakuler Eras-nya. Sementara itu, dua merek dagang audio lainnya berupa frasa identifikasi sederhana: “Hey, it’s Taylor Swift,” dan “Hey, it’s Taylor.

Langkah ini diambill seiring semakin maraknya deepfake berbasis AI di media sosial. Pada dasarya, siapa pun kini rentan terhadap eksploitasi identitas tanpa izin dalam konten buatan AI. Awal bulan ini, seorang pria dari Ohio menjadi orang pertama yang divonis bersalah berdasarkan undang-undang federal baru yang mengkriminalisasi manipulasi visual “intim” semacam ini. Sementara itu, para selebriti menghadapi risiko ganda, baik dari deepfake eksplisit maupun dari iklan bodong yang memanfaatkan nama dan wajah mereka.

Sebuah laporan terbaru dari perusahaan deteksi AI, Copyleaks, mengungkapkan bahwa Swift dan sejumlah artis lain baru-baru ini dirugikan akibat pemakaian citra mereka dalam iklan penipuan. Para peneliti menemukan beberapa video bersponsor di TikTok yang seolah-olah menampilkan Swift, Kim

Kardashian, Rihanna, dan lainnya tengah mempromosikan layanan yang berpotensi menipu atau berbahaya. Klip-klip tersebut, menurut peneliti, menggunakan suara yang terdengar realistis serta filter bertekstur untuk menyamarkan cacat-cacat visual buatan AI.

MEMBACA  Suku Bunga CD Terbaik Hari Ini, 19 Januari 2026 (Dapatkan Hingga 4% APY)

Tinggalkan komentar